Jumat, 22 Januari 21

Umur 54 Tahun, Mike Tyson Tinju Lagi Lawan Juara Dunia 4 Kelas

Umur 54 Tahun, Mike Tyson Tinju Lagi Lawan Juara Dunia 4 Kelas
* Roy Jones Jr (kiri) dan Mike Tyson bertarung dalam 8 ronde. (Foto: BBC)

Mantan juara dunia kelas berat Mike Tyson dalam usia 54 tahun kini naik ring tinju lagi dalam laga menghadapi Roy Jones Jr. Tyson pun jelang laga tersebut mengenang rekor juara tinju kelas berat saat dibebani ‘vampir emosional’

Mike Tyson kembali naik ring pada Sabtu (28/11) waktu setempat atau Minggu (29/11) waktu Indonesia. Ia  melawan juara dunia empat kelas, Roy Jones Jr, dalam pertandingan eksibisi di Las Vegas, AS.

Dalam rekam jejaknya, Tyson aktif bertinju pada periode 1985-2005. Pertandingan terakhir Tyson di ring tinju profesional adalah ketika ia berhadapan dengan Kevin McBride pada 11 Juni 2005. Saat itu ia mundur sebelum ronde ketujuh.

Sedangkan pertandingan terakhir Jones Jr adalah pada Februari 2018, saat ia mengalahkan Scott Sigmon.

Awalnya duel Tyson versus Jones Jr akan digelar pada 12 September 2020, tapi lalu ditunda untuk memaksimalkan pendapatan.

Rencana duel mereka menimbulkan pertanyaan apakah pertandingan eksibisi ini menjadi pertandingan yang sesungguhnya atau hanya akan menjadi hiburan. Mike Tyson berusia 54 tahun dan Jones Jr berumur 51 tahun saat mereka bertanding pada Sabtu nanti.

Mike Costello, komentator pertandingan tinju mengatakan, ” Saya tertarik melihat dua orang tua ini akan bertanding, keduanya merupakan ‘pahlawan’ dengan caranya masing-masing. Namun salah satu di antara keduanya dapat terluka dan itu akan berdampak negatif. Itulah kekhawatiran saya atas pertandingan ini.”

 

Berikut rekam jejak keduanya:

Mike Tyson

58 pertarungan
50 kali menang KO
6 kali kalah
2 kali no contest

Roy Jones Jr

75 pertarungan
47 kali menang KO
9 kali kalah

Di tengah persiapan menghadapi pertarungan dengan Roy Jones Jr, Mike Tyson mengatakan gelar juara dunia datang terlalu cepat. Ia menjadi juara kelas berat termuda dalam sejarah. Usia Tyson saat meraih gelar itu baru 20 tahun.

Tyson menyebut rekornya di puncak tinju kelas berat dunia datang terlalu dini dalam hidupnya ketika ia dibebani oleh “vampir emosional”.

 

Pertarungan antara Tyson melawan Roy Jones Jr membangkitkan rasa penasaran apa yang akan terjadi dan bagaimana performa Tyson yang menyandang predikat sebagai juara kelas berat termuda.

“Saya rasa Roy bisa menahan sedikit tamparan,” kata Tyson.

“Pertandingan nanti akan sangat panas.”

Berbicara kepada Eddie Hearn ‘No Passion No Point podcast’ di BBC Sounds, Tyson tampak tak serius saat melontarkan ancaman terhadap Roy Jones Jr dan kemungkinan adanya baku pukul serius antara keduanya semakin berkurang menjelang laga itu.

Pihak penyelenggara menyatakan Tyson dan Jones Jr akan mengenakan sarung tinju 12oz. Kemudian laga akan berlangsung sebanyak delapan ronde, yang setiap rondenya berdurasi dua menit bukan tiga menit. Keduanya dianjurkan “tidak mengincar knockout”.

Dalam sebuah wawancara pada akhir Oktober 2020 ketika keduanya bertemu di Los Angeles, baik Tyson maupun Jones Jr menyatakan mereka lebih suka bertanding dengan durasi tiga menit per ronde.

“Saya sama sekali tidak senang. Itu untuk perempuan. Kenapa kita melakukan ronde dua menit?” kata Jones.

“Saya yakin mereka punya alasan untuk melakukannya. Tapi tahukah Anda, perempuan bertanding selama dua menit,” tambah Tyson.

Pertarungan tinju profesional untuk pria biasanya berlangsung selama tiga menit per ronde.

Perhelatan ini tampaknya diadakan untuk memuaskan rasa penasaran melihat Tyson di atas ring melawan Jones—mantan juara dunia empat kelas—ketimbang menjadi sarana bagi keduanya untuk bertarung lagi di masa mendatang.

Laga ini mengingatkan kembali masyarakat tentang masa lalu Tyson, termasuk gelar dunianya pada 1986, pemenjaraannya karena kasus pemerkosaan enam tahun kemudian, serta masalah keuangan dan obat-obatan terlarang yang di kemudian hari didokumentasikan dengan baik.

“Masa terbaik dalam hidup saya mungkin tepat sebelum saya memenangkan gelar,” kata Tyson kepada Hearn.

“Ketika saya memenangkan gelar, situasi menjadi rumit. Itu bukan waktu yang tepat bagi saya. Saya memiliki terlalu banyak vampir emosional di sekitar saya.” (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.