Sabtu, 31 Oktober 20

Ulama Tasawuf Asia Tenggara Serukan Wujudkan Pemilu Damai

Ulama Tasawuf Asia Tenggara Serukan Wujudkan Pemilu Damai
* Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPPT) Asia Tenggara Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi. (Foto: ist)

Batam, Obsessionnews.com –  Semua komponen bangsa baik pemerintah, ulama, para mubaligh, cendekiawan, maupun pimpinan organisasi keagamaan di seluruh tingkatan dan wilayah untuk sama-sama menjaga rangkaian pesta demokrasi yang saat ini tengah berlangsung agar berjalan dengan aman, damai dan menyejukkan.

Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf Asia Tenggara II yang berlangsung di Wisma Haji Batam, Kepulauan Riau, Selasa (26/3/2019). (Foto: ist)

Seruan tetsebut disampaikan Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPPT) Asia Tenggara Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi pada sesi Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf Asia Tenggara II yang berlangsung di Wisma Haji Batam, Kepulauan Riau, Selasa (26/3/2019).

 

Baca juga:

Muzakarah Tauhid Tasawuf Asia Tenggara Diharapkan Hasilkan Kader Berakhlak Mulia

Ratusan Ulama Tasawuf Asia Tenggara Kumpul di Gorontalo, Ada Apa?

Pimpinan MPTT Asia Tenggara:  Jaga Pemilu Agar Damai dan Menyejukkan

 

“Setiap orang atau warga negara agar menghindari perbuatan yang meresahkan masyarakat, seperti penyebaran berita hoax, penyalahgunaan narkoba dan barang haram lainnya serta menghindari permusuhan dan perpecahan di antara sesama. Jaga ukhuwah dan persaudaraan serta tumbuhkan kasih sayang dan cinta sesama anak bangsa,” tegas Abuya seperti dikutip obsessionnews.com dari siasran pers,  Rabu (27/3).

Setiap individu, lanjut Mursyid Thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah ini, agar menghilangkan sikap merasa benar sendiri, sehingga tidak mau menerima pendapat orang lain. Sikap merasa benar sendiri, biasanya muncul dari sikap merasa diri hebat sebagai akibat dari “keakuan” atau dalam bahasa tauhid tasawuf disebut ananiyah.

“Kita harus tumbuhkan sikap kasih sayang dan cinta, bukan hanya sesama umat muslim, tetapi juga kepada seluruh umat manusia atau  bani adam. Tidak lagi membeda-bedakan suku, agama dan warna kulit,” imbuh ulama kharismatik asal Aceh yang juga pimpinan Pondok Pesantren Darul Ihsan, Labuhan Haji, Aceh Selatan ini.

Tiga Komponen Pokok

Selama Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf yang diikuti sekitar 1.200 ulama, mubaligh, pimpinan pondok pesantren, pimpinan dayah atau majelis taklim serta para pengamal thoriqoh dari negara-negara Asia Tenggara ini, Abuya menyampaikan perlunya mengembangkan tiga komponen pokok dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yakni ibadah yang baik,  berakhlak yang mulia serta berma’rifat dengan tauhid ‘irfani.

“Bila ketiga pokok di atas dapat dijalankan dengan benar, maka negara kita akan aman, damai, sejahtera dan bahagia. Harapannya Pemerintah, ulama, cendekiawan dan dermawan bahu-membahu untuk dapat membina umat agar dapat menjalankan ketiga hal pokok tersebut di atas,” papar Abuya.

Menurut Abuya, umat harus senantiasa dibimbing agar melakukan ibadah yang baik, dan berakhlak mulia. Jika dibiarkan tanpa bimbingan, maka yang terjadi adalah merajelalanya kemaksiatan, kerusakan dalam kehidupan dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sehingga akan hilang rasa aman di masyarakat.

Sebagaimana diketahui, Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf Asia Tenggara merupakan kegiatan yang rutin digelar Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTTI) Asia Tenggara untuk mencetak kader-kader ulama, mubaligh dan penceramah yang dilandasi cinta dan kasih sayang sebagaimana diajarkan para ulama tasawuf. Sebagai narasumber utama antara lain Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi (Aceh), Syekh KH Muhammad Zein Djarnudji, Pimpinan Pondok Pesantern Roudhoh Al-Hikam, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Tuan Guru Muhammad Sholeh (Malaysia) dan Abi Razali (Malaysia).

Muzakarah Pengkaderan berlangsung selama tiga hari pada 24 – 26 Maret 2019 yang dipusatkan di Asrama Haji Batam. Muzakarah dibuka oleh Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun dan rencanya akan ditutup pada Selasa (26/3) malam di Lapangan Welcome To Batam (WTB), Batam.  Sebelumnya, MPPTI Asia Tenggara telah menyelenggarakan Muzakarah Pengkaderan di Kota Gorontalo, pada 14 – 16 November 2017. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.