Selasa, 26 Oktober 21

Ulah Pungutan, Kenyamanan Pengunjung Masjid Raya Terusik

Ulah Pungutan, Kenyamanan Pengunjung Masjid Raya Terusik
* Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar).

Padang, Obsessionnews– Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar) menjadi salah satu icon wisata religi di Sumbar. Berdiri di tengah kota, tepatnya di Jalan Khatib Sulaiman Padang, masjid yang belum rampung itu sudah menjadi tempat berfoto ria warga dengan latar belakang mesjid.

Warga yang berfoto tidak hanya disiang hari, juga dimanfaatkan warga untuk berfoto pada malam hari dengan latar cahaya lampu yang mencukupi.

Sebagai tempat wisata religi, tidak sedikit warga yang datang ke lokasi itu kenyamanan mereka, merasa terusik dan perlu untuk dibenahi. Kenyamanan warga terusik karena adanya pungutan untuk parkir kendaraan bermotor dan sandal atau sepatu.

Kondisi itu pernah dialami salah seorang warga Taruko, Kota Padang, Dodik. Pernah melaksanakan sholat berjamaah di masjid itu, seseorang menghampirinya dan meminta uang untuk parkir.

“Untuk parkir motor Rp 2.000 dan lalu sandal Rp 2.000. Meski tidak besar, tapi kan tidak pas, karena mesjid ini dikelola pemerintah,” kata Dodik kepada obsessionnews.com, Senin (29/2).

Kenyamanan warga yang datang ke tempat itu terganggu akibat adanya pungutan untuk parkir, sampai didengar oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Nasrul Abit. Nasrul Abit pun menyikapinya secara seruis dan berjanji akan membenahinya, sehingga setiap pengunjung yang datang merasa aman dan nyaman.

“Kalau sudah jadi ikon, harusnya semua gratis. Jangan ada lagi parkir bayar. Apalagi ini pengawasannya masih ada di bawah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar,” ujar Nasrul Abit.

Komitmen untuk membenahi icon wisata religi Masjid Raya Sumbar dari unsur pungutan, disampaikan Nasrul Abit ketika menerima pemerhati pariwisata nasional di rumah dinasnya pada Minggu (28/2).

Nasrul Abit berjanji akan segera mengambil langkah tegas dengan mengoptimalkan fungsi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam menjaga kenyamanan di Masjid Raya Sumbar.

“Satpol PP harus tegas. Kalau mereka justru tidak menjalankan tugasnya, kita ganti saja dengan minta tolong bantuan personil dari aparat kepolisian,” kata Nasrul Abit.

Menindaklanjuti permasalahan tersebut Biro Bina Sosial Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sumbar akan mengadakan rapat bersama dinas terkait.

Kepala Bagian (Kabag) Agama Biro Bina Sosial Setdaprov Sumbar, Jumaidi mengatakan, rapat bersama dinas terkait akan dilaksanakan dalam waktu untuk menuntaskan permasalahan pungutan itu.

“Kita akan rapatkan ini. Memang harusnya ditertibkan. Yang memungut itu kan pemuda di wilayah sekitar. Kita akan berikan arahan baik-baik,” kata Jumaidi. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.