Sabtu, 18 September 21

DPRD Jateng Uji Petik Cantrang Ramah Lingkungan II

DPRD Jateng Uji Petik Cantrang Ramah Lingkungan II
* Riyono memastikan uji petik tahap dua sebagai dasar pondasi bahwa cantrang aman untuk digunakan.

Semarang, Obsessionnews – Sebagai tindak lanjut atas uji petik cantrang sebagai penangkap ikan ramah lingkungan yang dilakukan pada 21-22 Mei di Rembang, Komisi B DPRD Jawa Tengah (Jateng) akan melakukan uji petik tahap II yang dilaksanakan 9-10 Juni mendatang dengan lokasi sama.

Menurut Anggota Komisi B DPRD Jateng Riyono, uji petik tersebut bertujuan untuk memantapkan hasil dari uji petik sebelumnya. Uji petik tahap II nantinya digunakan sebagai patokan yang menyatakan alat tangkap ikan berupa cantrang adalah ramah lingkungan.

Dalam uji petik tahap pertama, jelas Riyono, pihaknya melihat alat cantrang tersebut tidak terbukti merusak lingkungan. Meski demikian DPRD Jateng tetap akan menggelar uji petik kedua sebagai perbandingan.

“Artinya, antara uji petik I dan II hasilnya memuaskan yakni cantrang ramah lingkungan,” tandasnya, Senin (1/6/2015).

Maka dari itu, dinas terkait dan perwakilan Kementerian Kelautan, polairud, perguruan tinggi dan para nelayan serta pengusaha perikanan tetap akan diundang dalam uji petik di bulan Juni ini.

“Nanti kami ajak berdiskusi tentang hasil ini. Saat ini kami juga sedang proses untuk menyampaikan hasil petik itu ke Ombudsman perwakilan Jateng sebagai langkah menggugat SK Menteri Nomer 2 Tahun 2015 ini,” jelas Riyono.

Sehingga apabila hasil uji petik tahap dua cantrang ternyata ramah lingkungan dan Peraturan Menteri Nomor 2 Tahun 2015 tidak direvisi, maka komisi B DPRD Jawa Tengah akan menggugat SK tersebut ke PTUN.

Menurut Riyono, perjuangan nelayan untuk memperoleh ikan tidak sebanding dengan hasil yang didapat. Ini bisa dilihat saat tim uji petik mengikuti nelayan hingga 20 mil dari bibir pantai, nelayan hanya mampu mendapatkan 12 kilogram ikan.

“Perjuangan nelayan untuk mendapatkan ikan sungguh berat dan harus dihargai semua pihak. Kita semua melihat ternyata hasil tangkapan satu kali mengoperasikan cantrang sangat sedikit dan tidak sebanding dengan tenaga serta resiko di tengah laut,” tutupnya.

Oleh karena itu, dirinya menegaskan agar permen Susi tersebut segera dicabut karena dapat mengancam kelangsungan masyarakat nelayan khususnya pantura. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.