Sabtu, 4 Februari 23

UEFA Serukan Tunda Pemilihan Presiden FIFA

UEFA Serukan Tunda Pemilihan Presiden FIFA
* Sekjen UEFA, Gianni Infantino, menyerukan penundaan kongres dan perubahan kepemimpinan di FIFA. (bbc.co.uk)

Zurich – Federasi sepak bola Eropa UEFA menyerukan agar FIFA menunda pemilihan presiden yang dijadwalkan hari Jumat (29/5) ini, menyusul penangkapan tujuh orang pejabat FIFA dengan tuduhan korupsi.

Pemilhan presiden itu akan dilaksanakan berbarengan dengan kongres FIFA di Zurich akhir pekan ini dan UEFA juga mengancam untuk memboikot kongres tersebut.

Namun, ternyata FIFA tetap ‘mbandel’ dan nekat menyatakan untuk terus nyelonong melaksanakan kongres pada 28-29 Mei ini.

Sekretaris Jendral UEFA Gianni Infantino menyatakan tuduhan korupsi itu telah “mencemarkan citra sepak bola secara keseluruhan”.

Infantino juga menyatakan komite eksekutif UEFA menginginkan adanya “perubahan kepemimpinan” dalam tubuh FIFA dan penundaan kongres serta pemilihan presiden selama enam bulan.

UEFA mendukung Pangeran Ali bin al-Hussein dari Yordania, untuk bersaing dengan presiden FIFA Sepp Blatter yang diperkirakan akan terpilih kembali.

Sementara itu, Pangeran Ali dalam pernyataannya mengatakan bahwa krisis di tubuh FIFA tidak boleh berlanjut.

Ia juga menekankan pentingnya untuk mengembalikan kepercayaan ratusan juta penggemar sepak bola di seluruh dunia kepada organisasi ini.

Kepolisian Swis melakukan penyelidikan terhadap FIFA untuk kasus korupsi yang berbeda. (bbc.co.uk)
Kepolisian Swis melakukan penyelidikan terhadap FIFA untuk kasus korupsi yang berbeda. (bbc.co.uk)

Kasus Korupsi Lain
Penangkapan terhadap tujuh orang pejabat FIFA ini terkait dengan dakwaan korupsi, pemerasan, konspirasi dan pencucian uang yang melibatkan uang sekitar US$150 juta atau sekitar Rp1,9 triliun.

Dakwaan ini dilakukan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat untuk kejahatan yang terjadi di wilayah hukum mereka.

Sementara itu, pihak berwenang Swis sendiri juga sedang melakukan penyelidikan terpisah terkait dugaan korupsi untuk penunjukan Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Sejumlah data elektronik telah disita di markas FIFA di Zurich sebagai bagian dari penyelidikan terkait kriminalitas dan “pencucian uang”.

Kepolisian Swiss akan menginterogasi 10 orang anggota komite eksekutif FIFA yang pada bulan Desember 2010 mengambil bagian dalam pemungutan suara untuk memilih tuan rumah Piala Dunia. (bbc.co.uk)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.