Selasa, 11 Agustus 20

Uang Tutup Mulut Kasus Pelecehan Seksual Annas Rp200 juta

Uang Tutup Mulut Kasus Pelecehan Seksual Annas Rp200 juta

Jakarta – Demi untuk menutupi aibnya karena diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap putri mantan anggota DPD RI Soemardi Thaher, Gubernur Riau non aktif Annas Maamun disebut telah menyuap media  sebesar Rp 200 juta melalui Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia di Riau Gulat Medali Emas Manurung.

Hal itu disampaikan oleh Pimpinan Redaksi Koran Riau, Edi Ahmad saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin (22/12/2014). ‎Saat ditanya oleh hakim Joko Subagjo, Edi mengakui memang ada permintaan dari Annas untuk memberikan uang Rp 200, agar pemberitaan mengenai dugaan pelecehan seksual tidak ditayangkan di media nasional.

“Pak Annas telepon, ‘Ed tolong bantu pemberitaan isu pelecehan seksual itu tidak ditayangkan’,” kata Edi, menirukan ucapan Annas di Pengadilan Tipikor.

Setelah itu, Edi menyerahkan uang tersebut kepada mantan wartawan tabloid hiburan nasional Kahfi Siregar, melalui anak buahnya Azril. Kata Edi, Kahfi kemudian membagi-bagikan uang tersebut sejumlah media dengan tujuan agar pemberitaan buruk soal Annas tidak ditayangkan.

Edi lantas menyerahkan sejumlah uang tersebut kepada Kahfi Siregar, mantan wartawan tabloid hiburan nasional, melalui anak buah Edi yang bernama Azril. Kemudian, kata Edi, Kahfi yang membagi-bagi uang Rp 200 juta itu ke sejumlah media. Awalnya, hakim mengira uang tersebut diserahkan kepada media Metro TV, sesuai dengan isi di dalam Berita Acara Pemeriksaan.

“Bukan Metro, tapi melalui staf saya yang menyerahkan ke Kahfi Siregar, saya meminta bantuan kedia agar tidak ditayangkan,” jawabnya.

Meski uang sudah diberikan kepada media, tapi tetap saja kata Edi, pemberitaan mengenai dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Annas tetap tayang disejumlah media baik, media nasional maupun media lokal. ‎Menurutnya, isu tersebut memang sangat sensitif, dan hangat dikonsumsi oleh media, sehingga tidak bisa dibendung.

Terkait persoalan pemberitaan, Edi juga mengaku kerap membantu Annas untuk menjadi media patnernya. ‎Menurut Edi, semenjak Annas dilantik menjadi Gubernur, banyak persoalan yang menyangkut tentang dirinya, termasuk konflik dengan wartawan. Edi  sempat memperingatkan kepada Annas untuk berhati-hati dalam bersikap karena bisa jadi akan merugikan dirinya.

“Puncak konfliknya, muncul isu pelecehan seksual sampai ke Mabes Polri. Saya pikir ini tidak bisa dibiarkan,” tuturnya.

Diketahui,  mantan anggota DPD RI, Soemardi Thaher, telah melaporkan Annas ke Mabes Polri pada 27 Agustus 2014 dengan Nomor LP/797/VIII/2014/Bareskrim. Terdakwa kasus suap alih fungsi hutan lindung itu, diduga telah memecahkan perempuan berinisial WW (39).

Berdasarkan keterangan keluarga korban, WW pernah diminta oleh Annas untuk memegang alat vitalnya. Sebagai syarat untuk mengurus administrasi seminar di Kantor Gubernur‎ Riau. Annas sendiri sudah membantah tudingan tersebut, bahkan ia enggan untuk menyampaikan permintaan maaf kepada korban maupun keluarga korban. (Abn)

 

Related posts