Sabtu, 21 Mei 22

Turki Telah Tahan 50.000 Orang Pasca Kudeta

Turki Telah Tahan 50.000 Orang Pasca Kudeta

Ankara – Turki berjanji akan membasmi sekutu dan pro tokoh oposisi, Fethullah Gulen, yang tinggal di AS, atas kudeta yang gagal pekan lalu, dan memperluas pembersihan jajaran militer, polisi, badan intelijen dan otoritas keagamaan dan peradilan hingga ke universitas dan sekolah-sekolah.

Lebih dari 50.000 tentara, polisi, hakim, pegawai negeri dan guru telah ditangguhkan atau ditahan sejak upaya kudeta, menimbulkan gejolak di negara dengan populasi 80 juta orang itu.

Pemerintah Turki juga membredel media yang dicap mendukung Gulen dan mengatakan 15.000 orang telah ditangguhkan statusnya dari kementerian pendidikan bersama dengan 100 pejabat intelijen.

Sebanyak 492 orang telah dipecat dari Departemen Keagamaan Turki, 257 lainnya dari kantor perdana menteri dan 300 pegawai dari Kementerian Energi Turki.

Para akademisi dilarang bepergian ke luar negeri pada hari Rabu (20/7) yang diklaim seorang pejabat Turki sebagai langkah sementara untuk mencegah risiko pelarian komplotan kudeta di perguruan tinggi.

Ketua Serikat Pegawai Sains dan Pendidikan (EGITIMSEN), Kamuran Karaca mengatakan, 15.200 personel Departemen Pendidikan Turki diberhentikan dan ijin 21.000 guru telah dicabut.

“Sekitar 1577 akademisi diberhentikan. Di universitas semua dekan diminta untuk mengundurkan diri,” kata Karaca.

Namun sekutu Turki di Barat menyampampaikan solidaritas dengan pemerintah atas upaya kudeta tersebut, namun pada saat yang sama memperingatkan pemerintah Ankara untuk untuk mematuhi nilai-nilai demokrasi.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menuding kelompok pro-Fethullah Gulen mendalangi kudeta pada Jumat malam, yang telah merenggut nyawa lebihh dari 230 orang tewas saat tentara dikomandoi pejuang jet, helikopter militer dan tank untuk mencoba untuk menggulingkan pemerintah.

Tokoh oposisi Turki, Gulen, yang tinggal di pengasingan di Pennsylvania, AS, dan memiliki jaringan pendukung di Turki, mengecam kudeta yang gagal itu dan menepis keterlibatannya. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.