Selasa, 9 Agustus 22

Turki Boikot Barang-barang Elektronik Amerika

Turki Boikot Barang-barang Elektronik Amerika

Presiden Turki mengabarkan boikot barang-barang elektronik produk Amerika Serikat di negaranya.

Kantor berita Anadolu Turki melaporkan, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, Selasa (14/8) mengatakan, untuk menghadapi kebijakan ekonomi irasional Presiden Amerika, Donald Trump, mulai saat ini Turki akan memproduksi dan mengekspor sendiri barang-barang yang selama ini diimpor menggunakan valuta asing.

Erdogan menjelaskan, kebijakan ekonomi Trump terhadap Turki sama sekali tidak masuk akal.

“Pemerintah Amerika ketika tidak bisa memaksakan kehendaknya kepada Turki, akan menggunakan kekuatan militer dan merusak stabilitas sosial serta politik sebagai senjata untuk meraih ambisinya,” ujar Erdogan.

Ia menerangkan, Ankara dibanding sebelumnya sangat menyambut baik pelaku ekonomi yang ingin menanamkan investasinya di Turki.

Hubungan Turki-Amerika terus memburuk dalam beberapa bulan terakhir disebabkan sejumlah masalah termasuk penolakan Amerika untuk mendeportasi Fethullah Gulen dan penolakan Turki membebaskan Andrew Brunson.

 

Sheikh Naim Qassim.

Amerika Penipu!
Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon Sheikh Naim Qassim mengatakan, semua masyarakat dunia harus mengetahui bahwa Amerika Serikat adalah penipu dan tidak seharusnya mereka percaya dengan kebijakan negara ini.

Hal itu diungkapkan Sheikh Qassim ketika menyinggung kebohongan klaim-klaim AS tentang Hak Asasi Manusia.

Dia menyinggung pembantaian terhadap anak-anak, perempuan dan lansia di Yaman dan kebungkaman para pengklaim pembela HAM.

“Pemerintah AS adalah pemerintah arogan dan melakukan pembunuhan dan pengrusakan, ” kata Sheikh Qassim seperti dilansir FNA, Selasa (14/8/2018).

Dia juga menyinggung ketegangan yang terjadi antara AS dan Turki, dan mengatakan, AS hanya mengejar kepentingannya dalam perselisihan dengan Turki dan negara-negara Eropa.

Serangan udara Arab Saudi ke sebuah bus pengantar siswa pada Kamis, 9 Agustus 2018 di kota Dhahkan, Provinsi Saada menyebabkan 55 orang, yang mayoritasnya para siswa, tewas dan hampir 80 lainnya terluka.

Menurut pejabat militer di Kementerian Pertahanan Yaman, bom yang digunakan koalisi pimpinan Arab Saudi untuk menyerang bus tersebut jenis bom pemandu laser, MK82. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.