Selasa, 21 September 21

Turis Lokal Belanjakan Anggaran Rp 76,16 T

Turis Lokal Belanjakan  Anggaran Rp 76,16 T

Jakarta – Total belanja wisatawan nusantara atau turis lokal yang melakukan perjalanan ke seluruh provinsi di Tanah Air hingga semester pertama 2014 mencapai Rp76,16 triliun.

“Sampai dengan semester I 2014, angka perjalanan wisatawan nusantara sudah mencapai 107 juta dengan total pengeluaran mencapai Rp76,16 triliun,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Pangestu, di Jakarta, Senin.

Menurut dia, dengan capaian itu, target sebesar 255 juta wisatawan dalam negeri pada akhir 2014 ini optimistis akan tercapai.

Berbagai gelaran kesenian, budaya, dan wisata di berbagai provinsi juga menjadi penarik utama, baik yang berskala nasional maupun internasional, yang dikemas dalam paket wisata dan dipromosikan berbagai media.

“Untuk meningkatkan jumlah wisatawan nusantara ini, promosi langsung di pasar-pasar utama juga perlu dilakukan termasuk kerja sama dengan maskapai penerbangan,” katanya.

Pihaknya mencatat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu sumber pertumbuhan perekonomian nasional.

Laju pertumbuhan PDB pariwisata hingga tengah 2014 mencapai 6,86 persen atau lebih tinggi daripada laju pertumbuhan ekonomi nasional yaitu 5,17 persen.

Secara keseluruhan, kontribusi pariwisata terhadap PDB berdasarkan harga berlaku sepanjang semester I lalu sudah mencapai Rp136,76 triliun.

“Sebagian besar berasal dari kontribusi sektor restoran sebesar Rp104,06 triliun, kemudian perhotelan Rp19,51 triliun dan rekreasi hiburan Rp13,18 triliun,” katanya.

Sementara itu, sektor ekonomi kreatif diperkirakan tumbuh sebesar 5,12 persen atau hampir sama dengan pertumbuhan nasional hingga tengah tahun pertama 2014.

Hingga semester I 2014, nilai tambah yang diciptakan oleh sektor ekonomi kreatif diestimasi mencapai Rp111,2 triliun.

Penyumbang nilai tambah tertinggi antara lain subsektor mode, kuliner, kerajinan serta penerbitan, dan percetakan.

“Keempat subsektor ini juga erat kaitannya dengan sektor pariwisata sehingga pertumbuhan yang baik di sektor pariwisata akan mendukung pertumbuhan di sektor ekonomi kreatif, maupun sebaliknya,” kata Pangestu.

“Sinergi pariwisata dan ekonomi kreatif dapat menjadi sumber pertumbuhan perekonomian nasional yang andal,” katanya.

Related posts