Jumat, 3 April 20

“Tur Perdamaian” Imam Masjid New York Dihadiri Non Muslim Eropa

“Tur Perdamaian” Imam Masjid New York Dihadiri Non Muslim Eropa
* Dr H Shamsi Ali menjadi pembicara Utama pada acara diskusi antar pemeluk agama di Bratislava, Slovakia

Imam besar Masjid New York, Amerika Serikat, Dr H Shamsi Ali menjadi pembicara Utama pada acara diskusi antar pemeluk agama di Bratislava, Slovakia, Eropa, Rabu malam (19/2/2020), dalam rangkaian safari dakwah Islam keliling Eropa. Dalam presentasinya, Shamsi Ali menekankan pentingnya membangun pemahaman yang otentik keagamaan, sekaligus menghindari “religious arrogance” (keangkuhan agama).

Shamsi Ali berbicara kepada pimpinan agama dan organisasi di Bratislava, Slovakia. Hadir di antaranya di pertemuan ini mantan Menlu Slovakia, Dubes RI untuk Slovakia, dan lain-lain. “Setiap pemeluk agama berhak mengklaim diri sebagai yang benar, bahkan bangga dengan itu. Tapi itu bukan alasan untuk merendahkan, apalagi membenci mereka yang memilih keyakinan yang berbeda,” tegas Shamsi Ali.

“Saya senang karena penyambutan warga, baik Indonesia maupun non Indonesia, Muslim maupun non Muslim sangat hangat dan antusias. Di Bratislava misalnya, mantan Menlu Slovakia secara spontan meminta saya untuk hadir kembali dan dia sendiri bersedia menfasilitasi acara-acara di Universitas Slovakia, khususnya di Fakusltas Theologi,” ucap Shamsi Ali.

“Tentu untuk Eropa ini adalah awal yang baik. Komitmen saya ke depan adalah lebih pro aktif untuk mempromosikan wajah Islam yang sesungguhnya. Yaitu Islam yang damai, ramah, sejuk, bersahabat, dan merangkul semua manusia,” tandas Presiden Nusantara Foundation USA dan Presiden Muslim Foundation of America.

Masanya stigma Islam yang berkembang selama ini, bahwa Islam itu penuh kekerasan, kebencian, teror, tidak menghormati HAM dan wanita, dirubah. Bukan sekedar dengan kata dan ceramah. Tapi dengan aksi dan Interaksi langsung dengan masyarakat dunia.

Shamsi Ali mengaku senang karena walau secara khusus perjalanan saya di sponsori oleh teman-teman PCIM Eropa, khususnya Jerman Raya, hampir semua organisasi massa ikut menjadi co sponsor. Termasuk di dalamnya PCINU dan PPI Eropa,” .

“Saya secara khusus berbahagia bahwa di mana-mana perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri menyambut dan mendukung secara penuh acara-acara ini. Saya yakin, usaha kecil ini menjadi bagian penting dari diplomasi publik Kementrian Luar Negeri,” ujar Imam Jamaica Muslim Center New York.

Masanya Indonesia dikenalkan secara baik sebagai negara besar, khususnya dalam keagamaan dan lebih khusus lagi sebagai negara Muslim terbesar dunia. Bukan saja secara kwantitas. Tapi yang lebih penting dunia harus melihat Indonesia sebagai “role model” dalam membangun harmonisasi agama dan nilai-nilai modernitas dan kemajuan.

“Dengan sendirinya, Indonesia harus berada di Garda depan untuk merubah persepsi Yang salah tentang Islam. Karena memang bansa ini punya potensi dan integritas untuk menampilkan wajah Islam yang Rahmatan lil-alamin. Semoga!” harap Shamsi Ali.

Shamsi Ali melakukan “Tur Perdamaian” dakwah ke Eropa dari tangal 9 hingga 24 Februari 2020. “Saya keliling di beberapa negara/kota Eropa untuk silaturrahim dan sharing pengalaman/ilmu dengan teman-teman, Muslim/non Musmin/Indonesia/non Indone. (Red)

 

 

 

 

 

 

Inilah Al-Qur’an yang ditulis abad ke 4-7 Hijriah
Imam besar Masjid New York, Amerika Serikat, Dr H Shamsi berkunjung ke perpustakaan Bratislava yang menyimpan manuscript dari kajian ulama-ulama klasik seperti Al-Ghazali, Al-Farabi, dan lain-lain. Buku-buku maupun tulisan Al-Qur’an ini ditulis sekitar abad ke 4-7 Hijrah. Semuanya berasal dari koleksi Ottoman Empire. Berikut ini Fotonya :

 

 

Pertemuan sebelumnya, Shamsi Ali berbicara kepada pimpinan agama dan organisasi di Bratislava, Slovakia. Hadir di antaranya di pertemuan ini mantan Menlu Slovakia, Dubes RI untuk Slovakia, dan lain-lain.

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.