Jumat, 27 Mei 22

Tunggu Status Ahok, Massa Siap Demo Kembali

Tunggu Status Ahok, Massa Siap Demo Kembali
* Umat Islam di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mendaftar mengikuti Aksi Bela Islam 3 di Jakarta.

Jakarta, Obsessionnews.com – Kasus penistaan agama Islam yang diduga dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok membuat umat Islam marah. Pada Jumat (14/10/2016) umat Islam menggelar aksi bela Islam di Bala Kota DKI dan Bareskrim Polri. Mereka menuntut  Polri menangkap Ahok.

Karena belum ada tanda-tanda aparat penegak hukum menangkap Ahok, umat Islam kembali menggelar aksi bela Islam 2  pada Jumat (4/11). Kali ini mereka berdemo di depan Istana Presiden dengan tuntutan yang sama. Istana Presiden  dipilih sebagai lokasi demo karena mereka menganggap Presiden Joko Widodo (Jokowi) melindungi Ahok.

Menurut pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA, demo 411 yang diikuti lebih dari sejuta orang tersebut merupakan demo terbesar dalam sejarah Indonesia pasca reformasi.

Setelah didemo Ahok diperiksa oleh Bareskrim Polri. Selain Ahok juga diperiksa sejumlah saksi dan para ahli. Hingga kini status Ahok masih belum jelas.

Sambil menunggu status Ahok, massa siap berdemo kembali. Di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, masyarakat membuka pendafataran pemberangkatan menuju Aksi Bela Islam III. Disediakan 100 bus untuk berangkat ke Jakarta.

“Tua muda antusias mendaftar utk ikut #AksiBelaIslam3 di Jakarta. Tidak rela Al-Quran dan Ulama dinista. Allahu Akbar !!!” tulis akun resmi Twitter Front Pembela Islam (FPI), ‏@DPP_FPI, Senin (14/11).

cw-8g0uuaeftqb

Sebelumnya Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab melalui akun Twitternya, @syihabrizieq, Jumat (11/11) menyatakan jika Ahok tetap dilindungi rezim penguasa akan digelar Aksi Bela Islam 3. Mengenai tanggal dan lokasi aksi menunggu pengumuman dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku

Al Quran surat Al Kafirun ayat 6 berbunyi: Lakum Diinukum wa Liya Diin. Artinya, untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku.

Surat Al Kafirun ayat 6 itu dapat ditafsirkan seseorang tidak perlu ikut campur agama yang dianut orang lain. Jika ikut campur, maka akan terjadi konflik. Masalah agama memang masalah yang sensitif.

Ahok tidak menyadari betapa pekanya mencampuri urusan agama lain. Ahok yang beragama Kristen Protestan membuat umat Islam marah ketika ia menyinggung soal Al Quran surat Al Maidah ayat 51 di sebuah acara di Kepulauan Seribu, Selasa, 27 September 2016. Ketika itu calon gubernur DKI pada Pilkada 2017 itu antara lain menyatakan, “… Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai surat al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya..”

Majelis Ulama Indpnesia (MUI) Pusat dalam pernyataan sikapnya yang diteken Ketua Umum Ma’ruf Amin dan Sekretaris Jenderal Anwar Abbas pada Selasa (11/10), menyebut perkataan Ahok dikategorikan menghina Al-Quran dan menghina ulama yang berkonsekuensi hukum.

Sehari sebelumnya Ahok meminta maaf kepada umat Islam. “Saya sampaikan kepada semua umat Islam atau kepada yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam atau apa,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Senin (10/10). (@arif_rhakim)

Baca Juga:

Besok, Bareskrim Gelar Perkara Ahok, Hasilnya Diumumkan Lusa

Desmond: DPR Ikut Gelar Perkara Ahok, Sama Saja Bunuh Diri

Sikap KAHMI dan HMI soal Ahok dan Tuduhan Provokator!

Fahri: Kasus Ahok Tidak bisa Selesai dengan Safari ke Ulama

Ahok Tersangka, Tidak, Tersangka, Tidak?

 

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.