Sabtu, 16 Oktober 21

Tujuh Strategi Setan dan Cara Menghadapinya

Tujuh Strategi Setan dan Cara Menghadapinya
* Ilustrasi hadapi godaan setan. (Foto: Ist)

Oleh: Aswar Hasan, Pengemban Dakwah

Sejak dilaknat oleh Tuhan karena pembangkangannya untuk tunduk kepada Adam sebagai ciptaan mulia dari Tuhan, setan pun bersumpah akan menggoda Adam dan keturunannya dari depan, belakang, hingga kiri kanan, kecuali dari atas dan bawah.

Dalam kitab “Minhajul Abidin” yang dapat diartikan sebagai pedoman bagi ahli ibadah karya terpenting Imam al-Gazali setelah Ihya Ulumuddin, disebutkan ada tujuh (7) cara -strategi- setan dalam menjerumuskan manusia. Ketujuh cara tersebut, adalah sebagai berikut:

Pertama, menggoda untuk tidak taat kepada Allah. Bagi yang beriman, godaan tersebut akan ditepis dengan alasan bagaimana bisa dapat pahala jika tidak taat sementara kita butuh pahala sebagai bekal menuju akhirat.

Kedua, menggoda untuk menunda taat karena masih ada waktu, nikmati dulu masa muda, nanti setelah tua baru sadar untuk taat. Orang beriman kan berkata, ajalku bukan di tanganku. Suatu kerugian jika melewatkan untuk tidak beramal dari sekarang.

Ketiga, setan memotivasi untuk beramal secara terburu-buru, karena masih banyak amalan lainnya, dengan iming-iming agar segera beramal berikutnya. Padahal, amal sedikit tapi sempurna (karena tidak terburu-buru) lebih baik daripada amal banyak tapi tidak sempurna.

Keempat, menggoda untuk beramal dengan sempurna agar tidak dicela orang yang menyaksikan. Sementara itu orang beriman Cuma butuh penilaian dari Allah bukan dari manusia.

Kelima, menanamkan perasaan bangga bahwa derajatnya tinggi karena sudah beramal saleh. Orang beriman merasa bahwa tidak ada kebanggaan dalam beribadah karena kebanggaan hanya milik Allah (Alhamdulillah).

Keenam, lebih halus lagi godaannya, dengan cara membisiki untuk beramal secara diam-diam, tanpa diketahui oleh manusia sebab Allah jugalah yang menampakkan nanti, dan menyatakan engkaulah hamba yang ikhlas. Orang beriman kan merespon, bahwa urusan amal ibadah bukan urusan manusia tapi Tuhan.

Ketujuh, setelah gagal, dengan langkah strategi keenam setan pun meluncurkan strategi pamumgkasnya dengan bisikan: hai manusia Tuhan sudah menentukan takdir setiap orang tidak usah repot-repot beramal ibadah. Sikap orang beriman; Aku ini seorang hamba, berkewajiban menuruti perintah Tuhanku. Jika sekiranya aku dimasukkan ke neraka, padahal aku taat, aku lebih senang daripada jika aku dimasukkan neraka, karena aku maksiat. Jawaban ini sekaligus merupakan ejekan sinis kepada setan, karena mana mungkin Tuhan memasukkan hambanya ke neraka jika ia taat?

Al-Gazali pun menasehatkan untuk senantiasa bermohon pertolongan kepada Allah agar diberi perlindungan dari kejahatan setan. Semoga Allah melindungi kita dan memberikan petunjuk -Nya Aamiin. Wallahu a’lam bishawwab. (*)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.