Selasa, 21 September 21

Tujuh Kabupaten Terendah Serapan Dana Desa di Jateng

Tujuh Kabupaten Terendah Serapan Dana Desa di Jateng

Semarang, Obsessionnews – Kabupaten Kendal menjadi ‘peraih’ serapan Dana Desa (DD) terendah dalam kurun waktu 2015. Berdasarkan data yang dirilis Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jawa Tengah, serapan DD Kabupaten Kendal hanya 10,89%.

“Kendal serapannya terendah. Diikuti terendah kedua itu Kabupaten Sukoharjo sebanyak 27,70% dan Kabupaten Pekalongan 30,54%,” terang Koordinator FITRA Jateng, Mayadina, Sabtu (14/11/2015).

Sementara pemegang status rendah selanjutnya berturut-turutt diraih oleh Kabupaten Jepara (32,18%), Kabupaten Brebes (32,19), Kabupaten Purworejo (33,36) dan Kabupaten Demak (34,27%). Total DD cair dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sudah sekitar 1.783.111.296 atau 80 persen. Namun baru 56,98% atau Rp 1.270.106.359.687 yang sudah cair ke Rekening Kas Desa.

Secara rinci rekapitulasi penggunaan dana desa sesuai bidang kewenangannya, penyelenggaraan pemerintahan desa Rp 30.470.822.388 (5%), pelaksanaan pembangunan Rp 553.796.234.002 (92%), pembinaan kemasyarakatan Rp 12.377.613.091 (2%) dan pemberdayaan masyarakat Rp 8.306.500.101 (1%).

“Jumlah keseluruhan dana yang sudah digunakan mencapai 604.951.169.581,” tambahnya.

Rendahnya angka serapan disebabkan banyak faktor, antara lain tumpang tindih kelembagaan urusan desa, administrasi yang sering berubah dan persiapan sumber daya manusia (SDM) aparatur desa lambat.

“Faktor lainnya yakni rendahnya penyerapan DD tersebut, di antaranya disebabkan¬† lambatnya regulasi dari pusat dan daerah, kurangnya koordinasi antar stakeholder yang membidangi urusan desa,” terangnya.

Lebih lanjut, Mayadina berharap, tiap Kabupaten yang rendah serapannya mampu menguatkan kapasitas perangkat desa secara menyeluruh, termasuk menyusun regulasi turunan bagi daerah yang belum.

“Bagaimanapun dana desa harus dimanfaatkan sesuai cita-cita undang-undang desa, yaitu menciptakan desa yang kuat, maju, mandiri dan demokratis,” tutupnya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.