Kamis, 8 Desember 22

Tujuh Anak Pelindo II Lakukan MoU dengan Tujuh BUMN

Tujuh Anak Pelindo II Lakukan MoU dengan Tujuh BUMN
* Menteri Negara BUMN, Rini M Soemarno menyaksikan tujuh BUMN menggelar MoU di kantor BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (25/8/2017). (Dok.Popi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Sebanyak tujuh anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC menandatangani sembilan Memorandum of Understanding (MoU) dengan tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Anak Perusahaan BUMN, dan satu Pemerintah Daerah.

Penandatanganan kesepakatan bersama ini disaksikan langsung oleh Menteri BUMN, Rini M. Soemarno di kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (25/8/2017).

“MoU ini merupakan hasil tindak lanjut dari program-program Kementerian BUMN. Dimana sinergi ini tidak hanya berfokus pada proyek – proyek besar yang bernilai tinggi , namun juga di tujukan untuk menyegerakan upaya pemerataan ekonomi daerah khususnya di daerah daerah perbatasan Indonesia dan mengurangi disparitas harga dengan membuka jalur logistik,” ucap Soemarno.

Tujuh anak perusahaan IPC atau Pelindo II ini adalah PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI), PT Multi Terminal Indonesia (MTI), PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (PPI), PT Electronic Data Interchange Indonesia (EDII), dan PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI).

Adapun tujuh BUMN dan Anak Perusahaan BUMN ini adalah PT Pertamina Patra Niaga, PT Perikanan Nusantara (Persero), PT Perum Perikanan Indonesia, PT Hotel Indonesia Natour, PT Berdikari Logistik Indonesia, PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero), PT Timah Tbk (Persero) dan Pemerintah Daerah Belitung Timur, yang dihadiri langsung oleh Bupati Belitung Timur.

“Tantangan perusahan untuk memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional akan semakin besar. IPC Group terus berusaha memberikan kinerja dan pelayanan publik yang lebih baik lagi, salah satunya adalah bersinergi melalui sembilan MoU yang membuktikan bahwa kita bisa bekerja keras dan gotong royong bersama guna kemajuan Bangsa dan Negara,” ujar Elvyn G. Masassya, Direktur Utama IPC.

Berikut jenis kesepakatannya:

  • PT EPI dan PT Pertamina Patra Niaga menandatangani kerjasama pengembangan bisnis dengan ruang lingkup berupa kerjasama pemasaran/penyalur produk BBM dan Non BBM. MoU ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan BBM dan Non BBM berkualitas tinggi di lingkungan kerja IPC dengan harga yang kompetitif guna menunjang kelancaran operasional pelabuhan dan ikut mewujudkan pelayanan pelabuhan berkelas dunia dalam semua lini layanan.

 

  • PT MTI dan PT Perinus menyepakati kerjasama penanganan logistik dan perdagangan komoditi hasil laut nasional. Ini dilakukan terkait pengembangan logistik di luar lokasi cabang-cabang Perinus eksisting.

 

  • Selain itu, PT MTI dan Perum Perindo juga menandatangani nota kesepahaman tentang kerjasama penanganan logistik dan perdagangan komoditi hasil laut nasional. MoU ini bertujuan untuk pengembangan penanganan logistik dan perdagangan komoditi hasil laut di wilayah operasi PT Perum Perindo.

 

  • PT IKT dan PT Pertamina Patra Niaga tentang studi pembangunan dan kerjasama pengelolaan terminal kendaraan di Dumai, Riau yang kedepannya diproyeksikan pada pengelolaan dan pengoperasian terminal tersebut. Target yang dicapai dari kesepakatan ini adalah untuk konektivitas distribusi kendaraan dan barang antar pulau, mengurangi distribusi angkutan barang melalui darat, memperlancar arus distribusi logistik secara aman, nyaman, ramah lingkungan, serta mengurangi beban perawatan jalan dan kendaraan.

 

  • PT PTP dan PT Pertamina Patra Niaga tentang joint study atas rencana pembangunan dan pengoperasian product terminal. Tujuan kedepannya adalah menghadirkan terminal product sebagai hub nasional kegiatan bongkar muat BBM, storage dan pendistribusian dari laut ke darat atau sebaliknya untuk menunjang kebutuhan BBM nasional dengan menghadirkan sistem rantai logistik BBM yang efisien dan terintegrasi.

 

  • PT PPI dan PT Hotel Indonesia Natour tentang rencana kerjasama pengembangan hotel di perbatasan indonesia. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan rencana studi awal guna menjajaki dan mengkaji proyeksi pembangunan dan pengoperasian hotel di Pulau Moa.

 

  • PT EDII dan PT Berdikari Logistik Indonesia tentang kerjasama dan sinergi pengembangan bisnis dan sistem aplikasi sebagai sesama anak perusahaan BUMN. Sebagai implementasinya adalah pengembangan sistem aplikasi logistik yang terintegrasi seperti e-Seal, Supply Chain Management dan E-Commerce. Kerjasama ini bertujuan untuk menciptakan solusi IT untuk perusahaan logistik.

 

  • PT EDII dan PT KBN tentang kerjasama dan sinergi pengembangan bisnis dalam rangka pembuatan dan pengembangan aplikasi e-seal. Hasil dari kesepakatan ini adalah menciptakan Solusi IT untuk perusahaan Logistik (IT Inventory, Warehouse Management dan Electronic Seal).

 

  • PT (JPPI) dan PT Timah dan Pemda Belitung Timur tentang Pengoperasian Dock Yard milik Pemda Belitung Timur dan Perawatan Kapal-Kapal milik PT Timah. MoU ini diharapkan untuk dapat meningkatkan kesiapan kapal-kapal PT Timah untuk menunjang peningkatan produktivitas yang tinggi.

“IPC berharap kesepakatan bersama ini dapat memperteguh sinergi BUMN yang sudah ada dalam melaksanakan pekerjaan nyata sebagai agen ekonomi pembangunan. Sinergi ini diharapkan dapat menguatkan peningkatan kinerja seluruh aspek dalam BUMN khususnya dibidang industri maritim. Melalui sinergi BUMN ini, Indonesia akan berkembang dalam mengelaborasi kekayaan alam dan sumber daya manusia di berbagai sektor bisnis,” pungkas Elvyn. (Popi/ipc)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.