Rabu, 20 Januari 21

Tugas Berat Jokowi untuk Ahok

Tugas Berat Jokowi untuk Ahok
* Ahok usai bertemu Jokowi di Istana Negara. (Foto; Indozone)

Jakarta, Obsessionnews.com – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Negara, Senin (9/12/2019). Ini adalah pertemuan pertama antara Ahok dan Jokowi setelah Ahok diangkat jadi komisaris utama.

Usai pertemuan tersebut, Ahok pun langsung mendapat tugas berat dari Jokowi. Ia memerintahkan Ahok untuk mengawal pembangunan kilang minyak. “Sudah 34 tahun enggak bisa bangun, kebangetan. Saya suruh kawal betul dan ikuti terus progress-nya,” kata Jokowi di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa, (10/12/2019).

Masalah proyek kilang minyak ini juga menjadi salah satu alasan Menteri BUMN menunjuk Ahok sebagai komisaris utama di perusahaan minyak negara tersebut. Saat ini sejumlah proyek kilang yang digarap Pertamina tak jelas.

Kelanjutan proyek pengembangan kilang minyak atau Refinery Development Master Plan atau RDMP yang menjadi mandat perusahaan itu dinilai kurang memuaskan. RDMP Cilacap salah satunya. Kelanjutan proyek itu masih sumir. Kerja sama Pertamina dan Saudi Aramco yang dimulai empat tahun lalu itu maju-mundur.

Selain urusan kilang, Jokowi juga menerima laporan terkait impor migas, dan kesiapan Pertamina menerapkan B20 (pencampuran solar dan 20 persen biodiesel) dan B30 (pencampuran solar dan 30 persen biodiesel). Persoalan seperti ini yang akan menjadi garapan Ahok untuk menyelesaikannya.

Menurut Jokowi, penerapan B20 dan B30 bisa menurunkan impor migas. Sehingga dampaknya bisa menekan defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan. Jokowi mengatakan bahwa Pertamina sanggup menjalani program tersebut. “Intinya mereka (Ahokdan Nicke) menyanggupi,” katanya.

Sebelumnya, Nicke Widyawati melaporkan kepada Presiden Joko Widodo terkait kesiapan implementasi B30 (solar dengan campuran minyak kelapa sawit sebesar 30 persen). “Tadi kami sampaikan ke Pak Presiden kesiapan untuk penerapan B30, jadi kami akan jalankan,” kata Nicke di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, (9/12/2019)

Nicke mengatakan bahwa Pertamina sudah siap menerapkan B30 di Terminal BBM (TBBM) dan semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Selain penerapan B30, Nicke juga melaporkan perkembangan kilang dan petrokimia, khususnya pabrik-pabriknya di beberapa lokasi. Ia juga melapor kepada Jokowi mengenai digitalisasi SPBU untuk memonitor penyaluran BBM subsidi. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.