Senin, 16 Desember 19

Tuduhan NU di Balik Penolakan Abdul Somad Fitnah Keji

Tuduhan NU di Balik Penolakan Abdul Somad Fitnah Keji
* Ustadz Abdul Somad.

Jakarta, Obsessionnews.com – Nahdlatul Ulama (NU) menegaskan pihaknya bukan sebagai dalang di balik penolakan Ustaz Abdul Somad yang hendak berceramah di Hong Kong. Bahkan tuduhan yang ramai di media sosial dinilai sebagai fitnah yang keji.

“Saya tegaskan, itu fitnah yang keji. Tak mungkin KH Said Aqil Siroj melakukan tindakan itu,” kata Robikin Emhas, ketua Bidang Hukum dan Konstitusi Pengurus Besar NU melalui keterangan tertulisnya, Selasa (26/12/2017).

Pernyataan Robikin mengklarifikasi informasi yang disebarkan akun Twitter bernama @PartaiBatman yang menyebut Said Aqil Siroj, ketua Umum NU, dalang di balik peristiwa penolakan Abdul Somad di Hong Kong.

Akun @PartaiBatman menuliskan, “Penolakan ustadz Abdul Somad di Hong Kong, merupakan pesanan LBP (Luhut Binsar Panjaitan, menteri Koordinator Bidang Kemaritiman). LBP perintahkan Said Aqil. Said Aqil suruh Nusron Wahid hubungi imigrasi Hong Kong untuk tolak Abdul Somad.”

Menurut Robikin, publik sudah mafhum bahwa Said Aqil adalah tokoh yang selalu mengajarkan amar makruf (berbuat kebajikan) dengan cara yang baik; begitu juga nahi mungkar (melarang perbuatan buruk) dengan cara yang baik pula. Itu adalah metode dakwah yang dijunjung tinggi di kalangan NU.

Sayangnya, peristiwa itu telah dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menyebarkan fitnah, termasuk rumor seolah Said Aqil yang disebut sebagai aktor di balik penolakan Abdul Somad.

NU tentu ikut menyesalkan insiden penolakan yang tanpa alasan jelas itu. Namun, soal menerima atau menolak warga asing masuk, itu sepenuhnya wewenang mutlak otoritas Hong Kong. Begitu juga kewenangan yang dimiliki Indonesia.

“Mungkin tindakan pemerintah setempat (Hong Kong), merupakan bentuk proteksi atas warga negaranya sesuai sistem politik dan kebudayaan yang dianutnya. Kita ambil hikmahnya,” kata Robikin.

Dia bersyukur kegiatan keagamaan yang direncanakan tetap berjalan dengan penceramah lain dari Indonesia, yakni Anwar Zahid, sehingga syiar Islam tetap berlangsung sebagaimana mestinya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.