Senin, 20 September 21

Tua Tuntunan, Muda Harapan

Oleh: Ustadz Felix Siauw, Pendakwah, Penulis, Presenter

 

Dunia benar-benar sudah berubah, dan salah satu penyebabnya adalah teknologi. Walau esensi semua aktivitas tetap sama, tapi setidaknya cara dalam melakukannya berbeda.

Adalah media sosial (medsos) yang memicu perubahan itu, juga dalam dakwah, Medsos memainkan peran penting dalam proses dakwah, baik dakwah maksiat maupun dakwah taat.

Lihat saja gelombang baru generasi Islam, yang alhamdulillah, muda-muda, energik, penuh semangat, terdidik, terkoneksi dan sangat ingin mengambil peran dalam dakwah.

Indikasinya jelas, maraknya kerudung dan jilbab syar’i bahkan sampai ke tingkatan artis, atau bahkan cadar yang dulu dilihat sebagai sesuatu yang ekstrim dan mengerikan.

Banyaknya komunitas hijrah, animo akan kajian-kajian Islam, sampai fenomena aksi Bela Islam 411, 212 dan lainnya, semua menunjukkan kita akan gelombang baru itu.

Kita tentu tak memungkiri, bahwa teknologi, selain membawa efek positif pasti juga ada efek negatifnya. Tapi kali ini yang kita fokuskan adalah efek positifnya bagi dakwah Islam.

Bersama dengan gelombang generasi baru ini, tampil pengawal dan punggawa mereka. Pengemban dakwah dengan gaya yang uptodate, match dengan apa keperluan mereka.

Bila dulu almarhum Zainuddin MZ disebut dengan da’i sejuta umat, sekarang mereka punya berjuta-juta follower, viewer, stalker, reader, fans, you name it, they have it.

Tanya saja anak masa kini, kemungkinan besar semua tahu @muzammilhb yang tilawahnya bikin iri, atau @hanan_attaki hafidz, da’i tenar yang doyan piknik dan main.

Itu di Bandung, di Jogja ada @salimafillah yang menggawangi anak-anak muda disana, berkiprah lewat kalimat bernas, digandrungi mereka yang muda dan cinta Islam.

Bersamaan dengan itu, @boim97 qari yang lebih muda lagi, juga @taqy_malik, muncul meramaikan deretan anak muda yang begitu menaruh perhatian besar pada Al-Quran.

Yang paling fenomenal tentu saja Ustadz Adi Hidayat @akhyartv dan @ustadzabdulsomad viral di media sosial, Al-Quran dan Hadits begitu mudah mengalir dari lisan mereka.

Tidak lupa tentu Ustadz Khalid Basalamah, Ustadz Syafiq Basalamah, Ustadz Zulkifli, yang ilmunya sangat populer di jejagat Youtube, dan ilmunya istimewa.

Apa kesamaan mereka? Well, setidaknya ada beberapa yang kita bisa list di sini. Siapa tahu ada generasi baru pengemban dakwah yang ingin mencontoh mereka.

1. Mereka muda dan sangat dekat dengan anak muda, paham apa yang dibicarakan anak-anak muda, dan mampu berbicara dengan bahasa-bahasa anak muda.

2. Mereka ilmunya tinggi, tapi pembawaannya membumi, malah beberapa di antaranya memberi kajian dengan kaos, kemeja biasa atau pakaian anak muda biasanya.

3. Mereka berharakah, tapi mampu menerima orang lain yang tidak satu harakah atau satu pendapat dengan mereka. Jadikan ukhuwah Islam di atas segala-galanya.

4. Yang paling penting, mereka melek medsos, atau punya tim yang menjadikan mereka eksis di sosial media. Biasanya via video atau bahkan live streaming.

5. Yang paling menentukan, boleh percaya boleh tidak, basis mereka kaum hawa, ini yang menyebabkan viral atau tidaknya. Datanya sudah saya bahas di buku #ArtOfDakwah.

Yang menarik di Indonesia, generasi pengemban dakwah yang baru ini sangat dekat dengan generasi yang lebih dulu ada, yang merangkul serta memberi jalan bagi mereka.

Sebut saja KH Abdullah Gymnastiar, Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Bachtiar Nashir, Habib Rizieq Shihab dan yang lainnya. Mereka terus membimbing dan mengarahkan.

Bila makin tua makin bijak dan makin kokoh, yang muda penuh energi dan penuh kreasi.

Alhamdulillah, dakwah Islam di negeri kita penuh dengan keberkahan. insya Allah.

Pada mereka yang sudah lebih dulu meletakkan dakwah di negeri ini, kita perlu hormat dan ambil keistiqamahannya, dan pada yang muda kita iri akan semangatnya.

Di negeri yang menggelora akan kebangkitan Islam, kita doakan mereka semuanya. Agar yang senior jadi tuntunan dan yang muda jadi harapan. Semua di jalan Allah.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.