Jumat, 25 September 20

Trump Presiden AS Terburuk?

Trump Presiden AS Terburuk?
* Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Nampaknya Donald Trump bakal menggondol gelar “presiden terburuk” Amerika Serikat (AS). Setidaknya koran terbesar AS, New York Times menyebut Donald Trump sebagai presiden terburuk sepanjang sejarah AS.

“Donald Trump sebagai presiden AS menyampaikan sumpah jabatan untuk membela dan menjaga undang-undang dasar AS, tapi faktanya ia melanggar,” tulis New York Times dalam salah satu tulisannya yang dimuat Minggu (6/1/2019).

Koran terkemuka AS ini menilai Trump lebih mendahulukan kepentingan pribadinya dibandingkan kepentingan AS dengan menyalahgunakan jabatan untuk mengejar tujuan bisnisnya dan berbohong kepada rakyat AS.

“Trump tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan yang dilakukannya selama ini, dan sebaliknya justru melemahkan sistem investigasi AS dan menghukum lawan-lawannya,” papar New York Times.

Surat kabar AS ini memandang Trump senantiasa menghalangi terwujudnya keadilan, dan menghilangkan kepercayaan rakyat AS terhadap media dan institusi pemerintah. Gelombang kritik dan kecaman terhadap kebijakan domestik dan luar negeri Trump mengalir deras dari berbagai kalangan AS, termasuk media nasional negara ini.

Gelagat aneh Trump. sebenarnya sudah bisa dilhat dalam pemilihan umum, Trump mempertaruhkan kebencian gender maupun umum terhadap mantan ibu negara dari Partai Demokrat Hillary Clinton menjadi kemenangan Electoral College yang mengejutkan Amerika dan yang lainnya. Namun, kemenangannya kurang 2,8 juta suara dalam hitungan populer, yang menjadi kejengkelan abadi bagi Trump.

Pada tahun lalu, pengacara dan fixer pribadi Trump, Michael Cohen, mengaku bersalah karena telah membayar uang tutup mulut kepada aktris porno Stormy Daniels dan model Playboy Karen McDougal, yang keduanya pernah berhubungan seks dengan Trump. Pembayaran tersebut, yang menurut permohonan Cohen “diarahkan terhadap kandidat,” telah melanggar hukum keuangan kampanye. Selain itu, pimpinan kampanye Trump, Paul Manafort, dijatuhi dakwaan atas delapan tuduhan penipuan keuangan.

Dalam sidang darurat Majelis Umum PBB pada 21 Desember 2017, sebanyak 128 dari 193 negara menentang keputusan Presiden AS Donald Trump soal Yerusalem. Hanya sembilan negara yang mendukung, termasuk Israel. Sementara, 35 lainnya memilih abstain.

Hasil voting yang meloloskan rancangan resolusi PBB tersebut menjadi pukulan buat Donald Trump. Sejumlah sekutu dekatnya tak berada di pihaknya. Jepang dan Korea Selatan, misalnya, soal Yerusalem satu suara dengan Korea Utara yang jadi musuh bebuyutan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kecewa dan prihatin atas keputusan Presiden Donald Trump yang menyatakan AS menarik diri dari kesepakatan JCPOA. Dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) pada 26 September 2018, DK-PBB satu sikap menentang Kebijakan Trump atas JCPOA

Yang jelas, Donald Trump menjadi presiden terburuk dalam sejarah AS berdasarkan survei American Political Science Association (APSA). Posisi Trump bahkan lebih rendah dari Richard Nixon, mantan presiden AS yang terlibat skandal Watergate. Dilaporkan laman The Independent, pada tahun 2018 lalu, setiap empat tahun sekali APSA melakukan survei bertajuk “Presidents and Executive Politics Presidential Greatness Survey”. Dalam survei ini, APSA mendatangi ratusan pakar dan ilmuwan politik top di AS.

Dalam prosesnya, APSA meminta para pakar dan ilmuwan tersebut untuk menilai kehebatan setiap presiden AS dari skala 0-100. 100 untuk mereka yang dinilai baik, 50 untuk mereka yang dianggap biasa saja, dan 0 untuk mereka yang dinilai buruk.

Ini merupakan survei perdana APSA sejak Donald Trump dilantik sebagai presiden AS tahun lalu. Dan tanpa diduga, dalam survei ini, Trump menempati posisi paling rendah di antara presiden-presiden AS lainnya. Trump mendapat rata-rata skor 12,34, berbenturan dengan James Buchanan, mantan presiden yang melihat AS jatuh dalam perang sipil.

Penelitian APSA kali ini dipimpin oleh Brandon Rottinghaus dari University of Houston dan Justin Vaughn dari Boise State University. Mereka mengatakan, dalam survei ini, mereka meminta 170 pakar sains politik untuk memberikan penilaiannya.

Dari para ahli politik yang menjadi responden, 57,2 persen teridentifikasi sebagai pendukung Demokrat, 12,7 persen sebagai pendukung Republik, dan 27,1 persen independen. Hasil survei ini, sama seperti sebelumnya, menempatkan Abraham Lincoln sebagai presiden terbaik AS.

Setelah Lincoln menyusul di belakangnya George Washington, Franklin Delano Roosevelt, Theodore Roosevelt, Thomas Jefferson, Harry Truman, dan Dwight Eisenhower. Setelah jajaran nama-nama tadi, posisi berikutnya diisi oleh Barack Obama. Menurut APSA, posisi Obama melonjak 10 tingkat dari survei terakhir yang dilakukannya.

Sedangkan presiden yang mendapatkan nilai terendah adalah Donald Trump, James Buchanan,Andrew Johnson, Franklin Pierce, dan William Harrison. Di antara kelimanya, Trump menempati posisi paling buncit alias paling buruk penilaiannya.

Tidak hanya menjadi presiden terburuk, Trump juga menjadi presiden yang paling memecah belah dalam sejarah AS. Pada survei kali ini, APSA memang meminta para respondennya untuk menyusun daftar lima presiden AS yang dianggap paling mempolarisasi. Dari 170 responden, 90 di antaranya menempatkan Trump pada posisi pertama sebagai presiden AS yang paling memecah belah. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.