Selasa, 4 Agustus 20

Trump Ancam Tuntut China Biang Kerok Corona Tembus Satu Juta Warga Amerika Terpapar Covid-19

<span class=Trump Ancam Tuntut China Biang Kerok Corona Tembus Satu Juta Warga Amerika Terpapar Covid-19">
* Presiden AS Donald Trump

Amerika Serikat (AS) saat ini berada di peringkat pertama dunia dalam hal jumlah kasus infeksi dan angka kematian akibat virus Corona (Covid-19). Kini, Presiden Donald Trump menyalahkan China sebagai biang kerok atas penyebaran Corona. Trump bersiap untuk menuntut China atas kerusakan di seluruh dunia karena virus Corona.

Presiden Trump pada Senin (27/4/2020), mengancam China ketika jumlah kasus infeksi Covid-19 di Amerika telah mencapai satu juta lebih dan angka kematian sudah melebihi 56 ribu orang.

“Saya akan menuntut ganti rugi kepada China atas penyebaran virus Corona. Saya belum memutuskan jumlah ganti rugi yang akan kami tagih, tapi jumlah tuntutan kami bisa lebih besar dari angka yang ingin didapatkan oleh Jerman,” ancam Trump.

Saat ini sepertiga dari semua kasus infeksi virus Corona di dunia berada di Amerika dan seperempat dari angka kematian global akibat virus ini juga terjadi di negara itu. Kinerja buruk pemerintahan Trump membuat Amerika menempati posisi pertama dunia dari segi kasus penularan Corona dan jumlah kematian.

Presiden AS Donald Trump bersiap untuk menuntut China atas kerusakan di seluruh dunia karena virus Corona.

Kini, Presiden AS itu berusaha meluncurkan kampanye anti-China di Barat sehingga Beijing dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pandemi Covid-19.

Virus Corona sedang mewabah di negara-negara Barat terutama AS, dan China dituntut untuk membayar ganti rugi atas kerusakan ekonomi mereka. Beberapa negara Eropa seperti Jerman, juga setuju dengan sikap Trump tentang perlunya menuntut ganti rugi kepada China.

Kampanye anti-Beijing yang diluncurkan Trump, telah meningkatkan kebencian dan bahkan kekerasan terhadap warga Amerika keturunan China. Hal ini mendorong warga keturunan China untuk membeli lebih banyak senjata api demi melindungi dirinya dari kekerasan potensial yang dilakukan warga Amerika, khususnya warga kulit putih.

Dalam menanggapi tudingan Trump, pemerintah China membantah telah memberikan informasi yang menyesatkan tentang virus Conana dan menuding balik AS bersikap tidak transparan dalam kasus tersebut.

Kementerian Luar Negeri China di akun Twitter-nya menulis, “China selalu melawan kampanye hitam. Kami adalah korban informasi yang menyesatkan, bukan pihak yang memproduksinya. Menyebarkan informasi yang menyesatkan dan menyalahkan pihak lain – ketimbang melakukan kerja sama global untuk melawan pandemi ini – sama sekali tidak disarankan dan ini harus ditolak total.” (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.