Kamis, 24 September 20

Tragis! Siswi SMP di Pringsewu Dicabuli Ayah Tiri dan Tetangga Hingga Hamil

Tragis! Siswi SMP di Pringsewu Dicabuli Ayah Tiri dan Tetangga Hingga Hamil
* ilustrasi pencabulan. (Foto: Redaksi24)

Pringsewu, Obsessionnews.com – Hidup bersama ayah tiri, seorang siswi SMP di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, justru menjadi sasaran kebejatan nafsu sang ayah, ia berulang kali dicabuli oleh ayah tirinya berinisial R (40). Tragisnya R turut mengajak tetangganya IS (40) untuk ikut melakukan pencabulan. Sungguh tragis!

Kapolsek Gadingrejo AKP Anton Saputra, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andrie Sumantri mengungkapkan, para pelaku sudah ditangkap sejak Selasa (21/1/2020). Dari penangkapan kedua pelaku terungkap bahwa R setidaknya telah 10 kali berbuat tak senonoh kepada anak tirinya. Sedangkan IS, telah melakukan aksinya sekitar 8 kali.

Anton menjelaskan pencabulan yang dilakukan R terhadap anak tirinya diketahui sudah sejak tahun 2014. Sedangkan tetangga korban melakukan pencabulan sejak awal 2018 hingga akhirnya korban yang masih berusia 15 tahun itu diketahui hamil.

“Ayah tirinya melakukan pencabulan sejak tahun 2014 atau sejak sekolah SD, modus dengan iming iming dibelikan HP serta ancaman pembunuhan terhadap ibunya maupun korban apabila melapor. Sementara IS selaku tetangganya melakukan sejak tahun 2018 hingga September 2019 dengan iming-iming uang,” jelas Anton, dalam keterangannya, Kamis (23/1/2020).

Peristiwa tragis itu terungkap bermula pada saat korban DS berada di sekolah. Ia kemudian mengeluh sakit kepala dan sakit perut kepada salah seorang gurunya, HW.

Mendapat laporan itu, HW kemudian membawa korban berobat ke Bidan Desa. Setelah diperiksa, ternyata korban DS sedang dalam kondisi hamil. Atas keterangan bidan tersebut, HW kemudian memanggil orang tua korban.

Ibu korban kemudian mendatangi sekolah putrinya. Disitulah, korban bercerita penyebab kehamilannya lantaran telah dicabuli oleh ayah tirinya R dan juga tetangganya IS.

“Atas keterangan tersebut kemudian guru dan ibu korban melapor ke Polsek Gadingrejo. Dan benar kedua pelaku juga mengakui perbuatan bejatnya terhadap korban,” jelas Anton.

“Guru korban melapor kemarin siang, Selasa (21/1/2020) dan tersangka berhasil ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya masing-masing pada pukul 18.00 WIB,” lanjutnya

Menurut Anton saat ini kedua tersangka berikut sejumlah barang bukti berupa pakaian korban telah diamankan di Mapolsek Gading Rejo, Polres Pringsewu, guna proses penyidikan lebih lanjut.

Kedua tersangka dijerat pasal 76D Jo Pasal 81 Ayat (1) atau Ayat (2) atau Pasal 76E Jo Pasal 82 Ayat (1) UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

“Ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. Namun terhadap ayah tiri korban, ancamannya ditambah 1/3 hukuman,” pungkasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.