Rabu, 15 Juli 20

Tragedi di Myanmar, Genosida Terorganisir terhadap Umat Islam

Tragedi di Myanmar, Genosida Terorganisir terhadap Umat Islam
* Hossein Amir-Abdollahian, Asisten Khusus Khusus Ketua Parlemen Republik Islam Iran (kanan) dan Sergey Burdilyak, Dubes Ukraina untuk Tehran. (ParsToday)

Asisten Khusus Ketua Parlemen Republik Islam Iran menilai tragedi yang menipa Muslim di Myanmar sebagai genosida yang terorganisir terhadap umat Islam di negara ini.

“Perang dan ketidakamanan serta meluasnya gerakan-gerakan terois akan merugikan dunia dan kawasan,” kata Hossein Amir-Abdollahian dalam pertemuannya dengan Sergey Burdilyak, Duta Besar Ukraina untuk Iran pada Senin (18/9/2017).

Ia juga mengungkapkan penyesalan atas pembunuhan warga Muslim dan tak berdosa di Myanmar dan menyayangkan kebijakan Arab Saudi di Yaman.

“Ketika perang yang panjang telah menyebabkan berkembangnya kelompok-kelompok teroris di kawasan, Arab Saudi justru terus memaksakan untuk mengubah perimbangan demi keuntungannya di Yaman melalui jalur militer, dan negara ini tidak berpikir untuk solusi politik guna menyelesaikan krisis ini,” ujarnya.

Di bagian lain pernyataannya, Amir-Abdollahian menyatakan kesiapan Parlemen Iran untuk memperluas kerjasama menyeluruh dengan Ukraina.

“Republik Islam Iran dan Ukraina memiliki kapasitas dan pengalaman tinggi untuk mengembangkan dan memperluas hubungan, di mana kita berharap akan menyaksikan peningkatan lebih kerjasama bilateral melalui peningkatan langkah-langkah parlemen,” pungkasnya.

Sementara itu, Dubes Ukraina untuk Tehran menyinggung pentingnya untuk menjaga perluasan hubungan Ukraina dengan Iran.

“Langkah-langkah yang baik telah diambil untuk menghapus persoalan agar kerjasama kedua negara meningkat,” pungkas Sergey Burdilyak.

Hassan Rouhani, Presiden RII (kanan). (ParsToday)

Hentikan Genosida terhadap Muslim di Myanmar!
Presiden Republik Islam Iran menggambarkan kondisi Muslim Rohingya sebagai “mengejutkan.” Menurutnya, tekanan terhadap pemerintah Myanmar untuk menghentikan genosida dan tindakan kekerasan terhadap umat Islam di negara ini sebagai langkah yang penting.

Hassan Rouhani mengungkapkan hal itu dalam pertemuannya dengan Stefan Lofven, Perdana Menteri Swedia di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York pada Senin (18/9/2017) sore.

“Peran Uni Eropa untuk menghentikan tekanan tidak manusiawi terhadap Muslim di Myanmar dan untuk membantu para pengungsi sangat penting,” kata Rouhani.

Presiden Iran juga menyinggung kondisi rakyat Yaman dan ribuan pengungsi di negara ini akibat agresi militer Arab Saudi.

Ia menuturkan, dengan digelarnya gencatan senjata di Yaman, perundingan di antara kelompok-kelompok di negara ini harus dimulai.

Rouhani lebih lanjut mengapresiasi posisi kuat Uni Eropa termasuk Swedia terkait dengan perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif).

“Posisi pemerintah baru AS tidak sesuai dengan perjanjian internasional yang penting ini,” pungkasnya.

Sementara itu, PM Swedia juga menyebut konsidi umat Islam Myanmar sebagai sebuah tragedi. Stefan Lofven mengatakan, Swedia akan memberikan bantuan yang bisa dilakukan terkait hal ini. (ParsToday)

Baca Juga:

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.