Kamis, 12 Desember 19

Toyota Group Akan Berinvestasi Rp28,3 Triliun di Indonesia

Toyota Group Akan Berinvestasi Rp28,3 Triliun di Indonesia
* Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (ketiga dari kiri) melakukan pertemuan dengan pelaku industri Jepang di Tokyo, Senin (18/11/2019). (Foto: Humas Kemenperin)

Jakarta, Obsessionnews.com – Dalam kegiatan one on one meeting di Tokyo, Jepang, Senin (18/11/2019), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah bertemu dengan sejumlah industri otomotif asal Negeri Sakura, antara lain dengan direksi Mitsubishi Motors Corporation (MMC), Toyota Group, Daihatsu Motor Corporation, Hino Motor, Suzuki Motor Corporation, Isuzu Japan, dan Honda Motor.

 

Baca juga:

Pelaku Industri Jepang Berharap Adanya Perbaikan Upah Pekerja di Indonesia

Menperin Agus Gumiwang: Jepang Akan Berinvestasi di Indonesia Rp 40 Triliun

Agus Gumiwang: Industri Masih Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional

 

“Kami mendapat laporan tentang rencana ekspansi dari Toyota Group sebesar Rp28,3 triliun. Ini termasuk pengembangan Toyota, Daihatsu, dan Hino,” kata Agus melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Investasi ini akan direalisasikan dalam periode lima tahun, yakni 2019-2023, untuk mengembangkan bisnis di Indonesia.

Di samping itu, Honda menyampaikan akan merealisasikan investasi sebesar Rp5,1 triliun pada periode 2019-2023 di Indonesia.

“Investasi tersebut untuk model baru dan pendalaman industri, lokalisasi dan sebagainya. Karena memang salah satu nilai positif dari Honda adalah menempatkan pusat penelitian dan pengembangannya di Indonesia,” paparnya.

Agus menjelaskan, pihaknya mengajak para investor tersebut agar bisa membawa atau membangun pusat Research and Development  (R&D)-nya di Indonesia.

“Kami jelaskan ada regulasi PP No 45/2019, yang memberikan fasilitas super deduction tax. Jadi, industri yang bangun R&D akan dapat super deduction tax sebesar 300%,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan kepada Krakatau Nippon Steel Sumikin (Nippon Steel Group) agar terus meningkatkan porsi baja canai gulung dingin lokal, agar tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sektor otomotif meningkat, sekaligus bisa menekan impor.

“Misi kami bertemu dengan Nippon Steel agar Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) bisa meningkatkan porsi baja canai gulung dingin atau CRC (cold rolled coil),” tuturnya.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Perindustrian untuk mencari substitusi barang sejenis yang diimpor dari Jepang sebagai bahan baku sektor otomotif.

Terpisah Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono mengungkapkan dalam pertemuan dengan Agus, Toyota Group memberikan update ekspor yang mencapai 200.000 unit pada tahun 2018.

“Kami juga menyampaikan kembali kepada Pak Menteri mengenai komitmen Toyota Group sebesar Rp28,3 triliun,” ucapnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.