Minggu, 17 Oktober 21

Tomy Winata Puji Kegigihan Sabar Gorky

Tomy Winata Puji Kegigihan Sabar Gorky
* Sabar Gorky (kedua dari kiri) dan Tomy Winata (ketiga dari kiri).

Jakarta, Obsessionnews Pengusaha nasional Tomy Winata memuji Sabar Gorky dan pendaki marinir TNI AL yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Indonesia Raya ke Gunung Aconcagua, Argentina. Selain membuat harum merah putih, juga bukti kemanunggalan TNI dan rakyat.

“Pesan utama yang dibawa ekspedisi ini adalah solidaritas dan kemanunggalan rakyat Indonesia. Ekspedisi ini membanggakan dan mengharumkan nama bangsa,” ujar Tomy Winata yang juga pendiri Yayasan Artha Graha Peduli dalam pertemuan dengan anggota Ekspedisi di Hotel Borobudur, Jakarta, dalam keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com, Rabu (23/3/2016).

baca juga:

Rizal Ramli Apresiasi Sabar Gorky

Sabar Gorky Hadapi Suhu Ekstrim di Aconcagua

Pendaki Tunadaksa Sabar Siap Taklukan Acouncagua

Tomy dan Yayasan AGP merupakan pendukung utama Ekspedisi Indonesia Raya selain Kantor Berita Politik RMOL. Pendukung lainnya adalah Matahari Mall.com dan PT Telkom serta Kementerian Pariwisata.

Gunung Aconcagua (6.962 mdpl) di Argentina merupakan yang tertinggi kedua di dunia. Sabar Gorky Cs berangkat ke Argentina pada 18 Februari dan kembali 16 Maret 2016.

Tomy mengatakan dirinya mengikuti pemberitaan pendakian sejak hari pertama, dan ikut larut dalam kisah pendakian yang dramatis.

Kesembilan pendaki hadir dalam pertemuan itu. Mereka adalah Sabar Gorky, Komandan Pendakian Letkol Rivelson Saragih, Kopda Sigit Purwoko, Kopda Imam Rozikin, Praka Erlando B, dan Praka Didik Rudiyanto. Tiga pendaki lain adalah Widya Victoria, Asep Sumantri dan Syatiri Achmad Aswani.

Ramah tamah penyambutan juga dihadiri Dankomar Mayjen TNI (mar) Buyung Lalana, Danpasmar 2 Brigjen TNI (mar) Hasanudin, Asops Dankomar Kolonel (mar) Edi Juardi, Asrena Danpasmar 2 Kolonel (mar) FJH Pardosi. Pemimpin Umum Kantor ‎Berita Politik RMOL yang juga promoror Ekspedisi Teguh Santosa dan Manajer Pendakian Dar Edi Yoga terlihat hadir.

Tomy meminta anggota Ekspedisi untuk mempersiapkan diri mendaki Gunung Vinson Massif di Antartika, Gunung Denali di Alaska, USA, dan Everest di Himalaya.

“Yang penting tidak ada anggota tim yang trauma dan mengalami mental trouble. Kalau memang program harus berlanjut, saya support,” sambungnya.

Tomy mengingatkan tim untuk memanfaatkan waktu ‎yang ada untuk berlatih sehingga rencana penaklukan seven summit pada pada waktunya nanti bisa tercapai.

“Mari berlatih lagi, tirakat harus dilakukan semakin kuat, jangan terlalu banyak santai. Jangan sia-siakan kesempatan,” imbuhnya.

‎Tomy menyarankan tim untuk melatih kekuatan otot-otot dan stamina tidak perlu dilakukan di dalam ruangan tertutup. Tim bisa berjalan kaki, misalnya di bibir pantai sambil melakukan kampanye peduli lingkungan kepada masyarakat.

“Ambil sampah, kampanye jangan buang sampah sembarang, bersih-bersih lingkungan, memberi penyuluhan, dengarkan masalah masyarakat, itu lebih bagus,” katanya.

Hal penting lainnya, Tomy mengingatkan perlunya sosialisasi masif agar pengibaran Merah Putih oleh Tim Ekpedisi Indonesia Raya di puncak gunung-gunung tertinggi di dunia bisa diketahui secara luas baik oleh publik di Indonesia maupun dunia.

‎”Misalnya, kalau pendakiannya tiga bulan lagi sosialisasi bisa dilakukan tiga kali dalam seminggu, kalau sebulan lagi sosialisasi harus tambah sering dilakukan,” jelasnya.

Sementara Dankomar Mayjen Buyung Lalana mengatakan pihaknya akan menyediakan fasilitas training center bagi para pendaki di Mako Cilandak.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan RMOL dan Artha Graha berkeja bersama kami untuk mempererat hubungan TNI dan rakyat dan membuktikan kekuatan semangat rakyat Indonesia,” demikian Dankormar Buyung Lalana.

Sementara itu, Ketua ISTMI Made Dana M Tangkas mengatakan, ISTMI mempunyai program rutin tahunan dalam rangka meningkatkan kualitas SDM sekaligus memajukan industri nasional. “Program itu meliputi Gebyar Teknik Industri, workshop, kegiatan sertifikasi, dan kerjasama event,” tuturnya.

Made yang juga Direktur PT.Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menjelaskan, di industri otomotif, Indonesia terus mengejar kemampuan produksi Thailand. Pada tahun 2014, produksi mobil di Thailand sebesar 1,913 juta unit dengan nilai penjualan di dalam negeri sekitar 0,8 juta unit dan lebih dari 1 juta unit produksinya di ekspor ke luar negeri.

“Di Indonesia, produksi mobil baru mencapai 1,098 juta unit dengan penjualan di dalam negeri sebanyak 1,013 juta. Hal ini menggambarkan hampir semua produksi untuk pasar dalam negeri,” paparnya. Oleh karena itu, Ia mengharapkan ke depannya, Indonesia mampu menjadi basis produksi mobil untuk pasar ekspor. “Sangat ideal bagi kita, bila industri otomotif tier-2 dan tier-3 semuanya diisi oleh industri lokal,” tambahnya.

Dharma Budhi berpendapat,Indonesia perlu berpartisipasi dalam rantai nilai global (global value chain/GVC), namun tetap harus mengutamakan kepentingan nasional. “Jangan sampai partisipasi dalam GVC malah menjadikan Indonesia sebagai pasar negara-negara mitra. Namun dalam partisipasi GVC, sedapat mungkin dilakukan untuk manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia,” tegasnya.

Hal tersebut merupakan upaya untuk mewujudkan kemandirian industri nasional yang dapat dimotori oleh para insinyur Indonesia yang memiliki daya saing kelas dunia. “Saya optimistis, hal itu dapat terjadi, terbukti sudah beberapa anak bangsa Indonesia yang melakukan invensi dan inovasi kelas dunia,” pungkasnya. (Reza Indrayana) @reza_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.