Jumat, 27 Mei 22

Tommy Soeharto Kenang Mundurnya Sang Ayah

Tommy Soeharto Kenang Mundurnya Sang Ayah
* Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya tanggal 21 Mei 1998.

Jakarta, Obsessionnews – Masih ingat pembantaian mahasiswa pro demokrasi di Lapangan Tiananmen, Beijing, Republik Rakyat Tiongkok, tahun 1989? Saat itu para mahasiswa berdemonstrasi besar-besaran memprotes ketidakstabilan ekonomi dan maraknya praktik korupsi. Penguasa Tiongkok yang otoriter membantai ribuan mahasiswa yang berunjuk rasa hingga menemui ajalnya, dan bahkan menggilas sejumlah mahasiswa dengan tank.

Dunia internasional mengutuk tindakan represif penguasa Tiongkok tersebut. Namun, pemerintah Tiongkok tak mempedulikan kecaman itu. Kekerasan tampaknya satu-satunya cara yang dilakukan pemerintah Tiongkok untuk memberangus demokrasi.

Namun, cara yang dilakukan pemerintah Tiongkok itu tidak ditiru oleh Presiden Haji Muhammad Soeharto (HMS) dalam upaya mempertahankan kekuasaannya. Presiden kedua RI yang berkuasa sejak 1966 ini menghadapi situasi yang sulit pada pertengahan 1997. Saat itu Indonesia dilanda krisis moneter, yang kemudian berlanjut ke krisis kepercayaan. Setelah dilantik kembali menjadi Presiden pada Maret 1998, muncul aksi demonstrasi yang dilakukan para mahasiswa yang menuntut Soeharto mundur. Demonstrasi itu memakan korban jiwa beberapa mahasiswa Universitas Trisakti yang tertembak oleh aparat keamanan pada 12 Mei 1998. Hal itu memicu kerusuhan di Jakarta dan daerah-daerah lain.

Karena aksi gelombang demonstrasi mahasiswa yang kemudian diikuti berbagai elemen masyarakat semakin membesar, akhirnya Soeharto mengambil sikap: mengundurkan diri. Soeharto resmi mengundurkan diri pada 21 Mei 1998, dan digantikan Wakil Presiden BJ Habibie.

Mundurnya Soeharto itu kembali dikenang oleh putra bungsunya, Hutomo Mandala Putra atau yang akrab dipanggil Tommy Soeharto. Melalui akun twitternya, ‏@Tommy_Soeharto1, Kamis (27/8/2015), Tommy mengutip pernyataan ayahnya Kamis 27 Juni 1998 atau sebulan sebelum mundur dari jabatannya,”Lebih baik saya yg berhenti, agar jgn terjadi seperti di Tiongkok, mahasiswa yg demo ditabrak tank tentara di Tian An Men Square. #HMS.”

Selanjutnya Tommy berkicau lagi di twitter mengutip ucapan sang ayah,”Lebih baik saya yang berhenti agar jangan mereka yang menjadi korban.”

Di bagian lain kicauannya di twitter Tommy kembali mengutip pernyataan Soeharto, bahwa chaos selalu terjadi di kala muncul orang-orang yang lebih mengedepankan kepentingan dan ambisinya dibanding kepentingan rakyat.(Arif RH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.