Minggu, 22 Mei 22

Tommy Soeharto Buang Peluang Emas

Tommy Soeharto Buang Peluang Emas
* Tommy Soeharto dan Akbar Tandjung. (Foto: Edwin Budiarso/Obsessionnews.com)

Kata orang bijak, peluang emas tak akan datang untuk kedua kalinya. Jadi, manfaatkan peluang itu sebaik-baiknya.

Partai Golkar akan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Nusa Dua, Bali, 15-17 Mei 2016, untuk memilih ketua umum (ketum) baru yang menggantikan Aburizal Bakrie. Munaslub ini tentu merupakan peluang emas bagi Hutomo Mandala Putra untuk unjuk gigi. Pria yang populer dengan panggilan Tommy Soeharto ini didorong oleh para pendukungnya maju sebagai calon ketum. Para pendukungnya ingin Tommy memimpin Golkar yang didirikan ayahnya, mantan Presiden Soeharto, untuk menyelamatkan partai ini yang saat ini kondisinya terpuruk.

Para pendukungnya yakin jika dipimpin Tommy partai beringin akan berjaya lagi seperti di era Orde Baru saat dikendalikan ayahnya.

Tommy telah mempersiapkan diri untuk berlaga di Munaslub. Lelaki yang terkenal sebagai pembalap ini telah membentuk tim pemenangan yang diketuai Subiakto Tjakrawerdaya, mantan Menteri Koperasi di era Soeharto (1993-1998).

Ketua Steering Committee (SC) atau Panitia Pengarah Munaslub Golkar Nurdin Halid mengundang Tommy menghadiri acara sosialisasi penyelenggaraan Munaslub  di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (2/5) melalui surat bernomor No. Und 11/SC/Munaslub/IV/2016 tanggal 28 April 2016. Namun karena ada kegiatan di luar kota Tommy tak menghadiri acara itu. Ia diwakili tim suksesnya.

Panitia membuka pendaftaran bakal calon ketum tanggal 3-4 Mei 2016. Namun, di hari terakhir Tommy tak muncul di kantor DPP Golkar. Ia batal mendaftar sebagai calon ketum. Yang juga tidak mendaftar adalah Wati Amir. Sedangkan yang telah mendaftar ada delapan orang, yakni Ade Komaruddin, Setya Novanto, Mahyudin, Aziz Syamsudin, Airlangga Hartanto, Sahrul Yasin Limpo, Priyo Budi Santoso, dan Indra Bambang Utoyo.

Batalnya Tommy mendaftar sebagai kandidat ketum Golkar itu mengejutkan berbagai pihak, khususnya aktivis Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMPI). Organisasi kemasyarakatan (ormas) ini didirikan Tommy tahun 2015. HMPI menjadi motor penggerak utama Poros Tommy Soeharto – Golkar untuk mendukung Tommy di Munaslub Golkar 2016.

Tak jadinya Tommy ikut berlaga di Munaslub Golkar membuat kerja keras HMPI sejak tahun lalu sia-sia.

Impian pengagum Soeharto agar Golkar dipimpin lagi oleh keluarga Cendana, – sebutan populer untuk keluarga mantan Presiden Soeharto yang tinggal di Jl. Cendana, Menteng, Jakarta Pusat – tinggal impian. Tommy yang diharapkan dapat memimpin Golkar ternyata tak berani maju di Munaslub.

Sementara itu anak Soeharto yang lain, Siti Hediati atau Mbak Titiek, saat ini menduduki posisi Wakil Ketua Umum DPP Golkar. Namun, jauh-jauh hari Mbak Titiek menegaskan tidak bersedia dicalonkan sebagai ketum Golkar di Munaslub.

Tommy melalui staf khususnya, Tri Joko Susilo, menjelaskan alasannya batal mencalonkan diri. Menurut Tri, Tommy terkejut dengan pola transaksional atau money politics (politik uang) yang dilakukan sebagian kader Golkar dalam Munaslub. Tommy idealis, dan tak mau melakukan money politics.

“Di satu sisi Pak Tommy mempunyai semangat untuk menyelamatkan Golkar. Namun, di sisi lain dia kaget dengan pola-pola transaksional di sebagian oknum kader Golkar,” kata Tri yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) HMPI kepada Obsessionnews.com, Kamis (5/5).

Menurutnya, Tommy sepakat dengan para senior Golkar dan tokoh muda Golkar untuk menjaga marwah Golkar dari kader-kader busuk. Namun, di tengah jalan Tommy kecewa dengan semakin terasanya hawa faktor X yang menodai perjalanan Golkar menuju partai yang diisi kaum kekaryaan yang idealis dan mengedepankan ruh kecendikiawanan. Karena Golkar adalah partai yang dikenal tempat para cendikiawan bangsa.

“Tentu Pak Tommy ingin menjaga moralitas kader-kader Partai. Tidak akan melakukan money politics atau politik uang, karena itu akan memalukan sejarah ayahnya selaku pendiri Golkar yang membangun Golkar sebagai penjaga pembangunan dan rakyat. Bukan sarang bagi benalu, mafia dan pemain yang menodai ideologi kekaryaan, serta kepentingan rakyat yang tumbuh subur akibat politik transaksional. Tommy ingin memberi ikhtiar bagi pembenahan republik ini dari unsur korupsi dengan mencegah politik transaksional sedini mungkin,” ujar Tri.

Demi tak mengecewakan generasi muda dan tokoh sesepuh Golkar, serta semua pihak yang mengidolakan Pak Harto, lanjutnya, maka Tommy membatalkan pencalonannya dalam perebutan kursi ketum Golkar. Namun tetap fokus dalam upaya pembenahan bangsa melalui aktivitas sosial kerakyatan HMPI dan tetap berdoa yang terbaik bagi Golkar.

Sementara itu sebuah sumber Obsessionnews.com yang enggan disebut namanya mengatakan, karena tak mau melakukan money politics Tommy mengaku pasti kalah dalam Munaslub.

Apapun alasan yang dikemukakan Tommy, yang jelas dia telah mengecewakan para pendukungnya. Memang sangat disayangkan Tommy lempar handuk sebelum bertanding. Ia telah membuang peluang emas. (arh, @arif_rhakim)

Baca Juga:

Selamat Datang Soeharto Muda di Munaslub Golkar

Pasti Kalah, Alasan Tommy Ogah Maju Caketum Golkar

Tommy Soeharto Tak Mau Lakukan Politik Uang

‘Timing’-nya Kurang Tepat, Tommy Batal Maju Caketum Golkar

DPD II Golkar Dukung Tommy Soeharto

Road Show Dukung Tommy Soeharto Capres 2019

Sudah Saatnya Tommy Soeharto Selamatkan Golkar

Tommy Tak Hadiri Sosialisasi Munaslub Golkar

Tommy Ubah Peta Pertarungan Calon Ketum Golkar

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.