Sabtu, 25 September 21

Tommy Berpeluang Besar Jadi Ketum Golkar

Tommy Berpeluang Besar  Jadi Ketum Golkar
* Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. (Foto: Edwin Budiarso/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews – Angin segar berhembus dalam acara Silaturahim Nasional (Silatnas) Partai Golkar di markas DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Minggu (1/11/2015) malam. Kubu Aburizal Bakrie alias Ical dan kubu Agung Laksono sepakat menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) Golkar untuk mengakhiri konflik di tubuh partai beringin itu.

Kubu Golkar versi Munas Bali pimpinan Ical dan kubu Golkar versi  Munas Jakarta pimpinan Agung Laksono belum memutuskan kapan waktu digelarnya Munas tersebut. Kemungkinan besar Munas yang disepakati oleh kedua kubu itu akan dilaksanakan pada 2016 mendatang setelah Pilkada serentak 9 Desember 2015.

Keputusan Silatnas Golkar untuk menggelar Munas mendapat respons hangat dari para pendukung Hutomo Mandala Putra yang tersebar di beberapa organisasi kemasyarakatan (ormas). Salah satu ormas yang gencar mendorong pria yang populer dengan nama Tommy Soeharto itu untuk memimpin Golkar adalah Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMPI). Ormas ini didirikan Tommy dan dideklarasikan di Solo, Jawa Tengah, pertengahan 2015 lalu. Ormas ini memiliki ribuan anggota yang tersebar di seluruh Indonesia, serta aktif membantu petani dan nelayan.

Selain itu, di sejumlah grup diskusi di facebook  mencuat keinginan agar Golkar dipimpin oleh keluarga Cendana, julukan populer tempat tinggal keluarga Soeharto di Jl. Cendana, Menteng, Jakarta Pusat. Dan menurut mereka yang pantas menjadi Ketum Golkar adalah Tommy. Mereka juga mendukung Tommy untuk maju sebagai capres pada Pilpres 2019. Mereka optimis Tommy dapat terpilih menjadi presiden.

Politisi senior Akbar Tanjung juga memberikan dukungan kepada Tommy. Mantan Ketua Umum (Ketum) Golkar ini menilai Tommy salah satu kader muda yang dinilai berpotensi besar menjadi Ketum Golkar di masa mendatang. Alasannya, Tommy populer dan banyak penggemarnya, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.

 

Nama putra bungsu Presiden kedua  Indonesia Soeharto ini mulai mencuat di panggung politik ketika Golkar dilanda badai  pasca Pilpres 2014. Golkar terbelah menjadi dua kubu, yakni kubu Ical dan kubu Agung Laksono.

Seperti diketahui  Ical terpilih menjadi Ketum Golkar pada Munas VIII di Pekanbaru, Riau, tahun 2009. Lalu terpilih kembali menjadi orang nomor satu di Golkar dalam Munas IX di Nusa Dua, Bali, 30 November – 3 Desember 2014. Namun, Agung Laksono tak mau mengakui Munas Bali. Mantan Menko Kesra ini lalu membuat Munas tandingan di Ancol, Jakarta, 6-8 Desember 2015, di mana dia terpilih sebagai Ketum.

Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM tak mengakui Munas Bali, tapi mengesahkan Munas Jakarta. Keputusan pemerintah tersebut membuat suhu politik semakin memanas. Kedua kubu kemudian saling menggugat di pengadilan.

Tommy tak rela partai yang didirikan oleh almarhum ayahnya itu berantakan. Sejak Maret 2015 Tommy melalui akun resminya di media sosial (medos) facebook dan twitter menyerukan agar digelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk mengakhiri konflik di Golkar. Dia menginginkan Munaslub  dapat dilaksanakan paling lambat  Oktober 2015.

Tetapi, upayanya tak berhasil. Kedua kubu yang bertikai masih sibuk saling menggugat di pengadilan, hingga akhirnya Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kubu Ical, Selasa (20/10). MA memutuskan kepengurusan Golkar yang sah adalah hasil Munas Riau, dengan Ketua Umum Aburizal dan Sekjen Golkar Idrus Marham.

Agung mengatakan, hingga kini baik dirinya maupun Ical  masih memiliki posisi sebagai Ketum Golkar. Alasannya, meski putusan MA telah keluar, hingga saat ini Menkumham belum membatalkan surat kepengurusan Golkar versi Munas Jakarta. (Arif RH)

Baca juga:

Tommy Soeharto Harus Rebut Pimpinan Golkar

Tommy Soeharto Ingin Golkar Bersatu Kembali

Tommy Soeharto: Golkar Menang Rakyat Aman

Tommy Soeharto Capres 2019

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.