Minggu, 22 Mei 22

Tolikara Jadi Pelajaran, Sosialisasi Toleransi Umat Beragama Harus Rutin

Tolikara Jadi Pelajaran, Sosialisasi Toleransi Umat Beragama Harus Rutin

Jakarta, Obsessionnews – Insiden pembakaran tempat ibadah di Kabupaten Tolikara, Papua menandakan lemahnya sosialisasi toleransi antar umat beragama yang dilakukan Kementerian Agama. Insiden Tolikara, mengundang rasa keprihatinan bersama apalagi peristiwa itu terjadi di tengah umat islam sedang menunaikan sholat Idul Fitri 1436 H.

“Nah di situ mereka juga harus menunjukkan sikap toleransi terhadap kehidupan antar umat beragama, orang melaksanakan Idul Fitri itu kan suatu proses peribadatan yang sangat mulia di kalangan umat islam,” ujar Ketua Umum PP Parmusi Usamah Hisyam saat dihubungi, Sabtu (18/7/2015).

Oleh sebabnya, Usamah Hisyam mengatakan peristiwa itu harus menjadi pelajaran penting bagi institusi pemerintah untuk terus menerus disertai dengan upaya sungguh-sungguh melakukan sosialisasi toleransi terhadap kehidupan umat beragama.

“Kalau kemudian dilarang ini suatu penistaan agama apalagi dibubarkan, nah ini tidak boleh terjadi. Oleh karena itu, Kemenag harus terus menurus melakukan sosialisasi pentingnya kerukuranan kehidupan antar umat beragama karena kita terlahir dari pancasila di mana Ketuhanan Yang Maha Esa itu menjadi nomor satu, prioritas,” katanya.

Menurut dia, Sejak awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini tata kehidupan umat beragama di Indonesia sangat toleran dan saling hidup berdampingan. Warisan nilai-nilai keagamaan yang positif itu kata Usamah harusnya terjaga dan terpelihara hingga kehidupan masa kini.

“Kalau kita melihat sejarahnya Ketuhanan Yang Maha Esa itu bentuk dari toleransi umat islam Indonesia pada saat persidangan PPKI, BPUPKI di mana Ketuhanan Yang Maha Esa bisa diterima sebagai suatu ideologi negara yaitu pancasila itu,” ucap Usamah.

“Jadi toleransi itu sudah ditunjukkan oleh umat islam sejak negara ini merdeka. Oleh sebab itu, umat lain harusya juga mampu menunjukkan sikap toleran terhadap umat islam khususnya di daerah-daerah yang umat islam minoritas seperti di Papua dan NTT,” lanjut dia.

Seperti diketahui Kerusuhan terjadi di Kaburaga, Tolikara, Papua tepat pada perayaan Idul Fitri 1436 Hijriah, Jumat, 17 Juli 2015. Sekelompok warga setempat membakar kios, rumah, dan Mushola Baitul Mutaqin yang terletak di dekat tempat penyelenggaraan Seminar dan KKR Injili Pemuda. Para pelaku pembakaran sempat melempari mushola dengan batu sambil melarang pelaksanaan salat Idul Fitri.

Saat kebakaran meluas, warga langsung membubarkan diri. Salat terpaksa dibatalkan. Enam rumah, sebelas kios, dan satu mushola ludes terbakar, sementara tidak ada korban jiwa. Upaya untuk mendamaikan kedua kelompok tengah dilakukan dengan melibatkan aparat kepolisian, tokoh agama, kepala suku dan aparat pemerintah daerah. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.