Rabu, 22 September 21

Tolak Tambang, Warga Banyuwangi Jadi Korban Penembakan

Tolak Tambang, Warga Banyuwangi Jadi Korban Penembakan

Surabaya, Obsessionnews РKawasan Tambang Emas Tumpang Putu, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi berdarah. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) Surabaya menemukan jika kerusuhan  dipicu mediasi buntu terkait aksi penolakan tambang emas di kawasan tersebut.

Koordinator Badan Pekerja KontraS Surabaya, Fatkhul Khoir, mengungkapkan, kerusuhan tersebut bermula sekitar pukul 10.30 Wib, Rabu (25/11/2015). Sekitar 300 warga mengkuti mediasi terkait penolakkan tambang emas di Hotel Baru Indah, Banyuwangi. Jaraknya sekitar 40 KM dari Pulau Merah.

“Namun proses mediasi antara pihak Pemkab, Perwakilan PT BSI (pengelola tambang), Warga dan Kapolres Banyuwangi, tidak mendapatkan hasil apapun,” katanya, Kamis (26/11/2015).

Perundingan sangat alot, pukul 12.00 Wib warga di kawasan tersebut akhirnya membubarkan diri. Sekitar pukul 14.00 wib sekitar 500 orang mendatangai PT BSi menjaga agar tambang ditutup. Warga juga meluapkan kekecewaan atas ucapan Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama dalam sesi mediasi sebelumnya yang menyebut bahwa warga Pesanggaran tidak punya sopan santun.

Baru sekitar pukul 14.30 Wib kerusuhan itu pecah. Tanpa ada proses negoisasi antara pihak warga dan Brimob yang berjaga di depan gerbang masuk PT. BSI pihak brimob langsung melakukan penembakan ke arah kerumunan massa. Akibat penembakkan ini ada warga yang terluka diantaranya adalah Sunar, Widianto dan Idiono. Seorang lagi anak kecil yang belum diketahui identitasnya.

” Kita akan teruskan proses Investigasi ini, untuk kesekian kalinya persoalan penolakan tambang berakhir insiden berdarah, ” terangnya. (Rudianto)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.