Rabu, 8 Desember 21

Tolak Perda, Pedagang Pasar Ngadu ke DPRD

Tolak Perda, Pedagang Pasar Ngadu ke DPRD
* ilustrasi demo ke DPRD Sumbar

Padang, Obsessionnews – Pedagang Pasar Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3) mendesak Pemerintah Kota Payakumbuh untuk membatalkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Pasar. Pedagang mendesak Perda dimaksud, karena mereka khawatir akan menimbukan permasalahan baru di kemudian hari.

Desakan pedagang agar Perda yang baru ditetapkan DPRD Kota Payakumbuh terungkap saat mereka mendatangi DPRD Sumbar. Dihadapan anggota dewan yang menerima mereka, pedagang menilai Perda tersebut tidak berpihak kepada mereka.

Ketua IP3 Esa Muhardanil menilai, Perda yang ditetapkan pemerintah Kota Payakumbuh sangat tidak berpihak terhadap kepentingan pedagang. Perda dimaksud berpotensi akan merugikan pedagang, karena mengkebiri hak-hak pedagang selaku pemilik bangunan yang sah.

“Sejak pasar dibangun, kepemilikan toko yang ada terdapat tiga yaitu hak milik hak sewa dan hak pakai sewa. Sejak perda ditetapkan, hak kepemilikan dan hak sewa serta hak pakai sewa disamaratakan,” katanya saat pertemuan dengan anggota dewan di ruang khusus II, gedung DPRD Sumbar, Rabu (1/6).

Berdasarkan pertimbangan itu, pedagang mendesak pemerintah untuk membatalkan Perda dimaksud sehingga tidak berpotensi menimbulkan masalah baru dikemudian hari.

Perwakilan IP3 mendatangi DPRD Sumbar awalnya diterima anggota DPRD Sumbar dari Daerah Pemilihan VI (Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota). Setelah pertemuan dengan anggota dewan dari dapil dimaksud, dilanjutkan pertemuan dengan Komisi II DPRD Sumbar, masing-masing Rahmad Saleh, Sabar AS dan Ahmad Khaidir.

Anggota dPRD Sumbar dapil enam Zulfitni Djasiran mengatakan akan berupaya melanjutkan aspirasi yang disampaikan sekaligus mengawasinya.

Ia berharap, Perda yang baru disahkan itu, ditolak oleh Gubernur Sumbar karena semangatnya tidak sejalan dengan semangat Nawacita yang dicanangkan Presiden RI. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.