Sabtu, 4 Februari 23

Tol Permai Segera Berbayar, Ini Catatan Kritis YLKI

Tol Permai Segera Berbayar, Ini Catatan Kritis YLKI
* Gerbang Tol Dumai siap diopersikan dengan sistem berbayar (Foto : Ist)

Jakarta, Obsessionnews.com – PT Hutama Karya (Persero) (HK) telah merampungkan pembangunan ruas tol Pekanbaru-Dumai (Permai), sepanjang 131 km. Sejak September tol Permai sudah dioperasikan tetapi masih secara gratis. Namun dalam waktu dekat akan segera diberlakukan secara formal dan berbayar.

Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), menyarankan agar sebelum pengenaan tarif tol yang akan segera ditetapkan untuk memperhatikan beberapa aspek utama. Dia berharap HK benar-benar memerhatikan aspek keamanan dan keselamatan bagi pengguna tol Permai. Hal ini sangat mendesak karena sebagai infrakstruktur, tol Permai adalah akses baru bagi warga Riau, sehingga dikhawatirkan terjadi cultural shock bagi warga Riau sehingga bisa berimplikasi buruk dari sisi keselamatan.

“Ini ditandai dengan euforia warga Riau dalam menyambut tol tersebut. Dan terbukti sejak September – Oktober 2020, sudah terjadi sembilan kali kecelakaan fatal, dan menewaskan empat orang pengguna tol. Hal ini bisa diantisipasi dengan memberikan penandaan yang kuat di ruas tol, khususnya di titik titik rawan,” usul Tulus dalam keterangannya, Jumat (6/11/2020).

Managemen HK seharusnya melakukan sosialisasi secara masif sebelum tol tersebut diberlakukan terutama terkait dengan cara aman berkendara di dalam jalan tol. Managemen HK juga harus mewujudkan jalan tol yang berkelanjutan seperti memperbanyak penghijauan di sepanjang jalan tol dan di rest area, dan mewujudkan efisiensi energi.

“Misalnya menggunakan solar sel untuk penerangan jalan tol,” lanjutnya.

Kemudian YLKI juga memberikan masukan agar setelah berbayar, managemen HK harus konsisten dengan penerapan SPM (standar pelayanan minimal) jalan tol, salah satunya aspek infrastruktur kualitas jalan. Sebagai tol baru, sering terjadi kerusakan jalan, karena faktor kontur tanah, curah hujan, dan lainnya.

Lebih lanjut, Tulus meminta agar HK mengutamakan sektor UKM dan UMKM untuk bisa berdagang di rest area. Ini diperlukan agar keberadaan jalan tol bisa dirasakan masyarakat lokal dan untuk menggerakkan ekonomi lokal. Kemudian harga makanan dan minuman yang dijual di rest area seharusnya dicantumkan, sehingga konsumen terinformasi berapa alokasi biaya yang akan dikeluarkan saat makan/minum di rest area;

“Untuk soal tarif baru yang diterapkan di ruas tol Permai, sebaiknya menggunakan tarif promo terlebih dahulu, minimal untuk satu bulan ke depan. Agar masyarakat sebagai pengguna jalan tol tidak terlalu shock,” pungkasnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.