Jumat, 22 Oktober 21

Tol Cikopo-Palimanan Selesai Jelang Lebaran 2015

Tol Cikopo-Palimanan  Selesai Jelang Lebaran 2015

Subang, Obsessionnews – Kemacetan lalulintas yang selalu terjadi selama arus mudik lebaran di jalur Pantura, Jawa Barat, bakal bisa berkurang. Lantaran, jalan tol Cikopo – Palimanan (Cipali) bakal bisa beroperasi menjelang Idul Fitri 2015 atau 30 Juni 2015.

Demikian disampaikan oleh Ahmad Sahir, Enviroment Manager Prosys dan Lintas Marga Sedaya (LMS) yaitu perusahaan konsultan manajemen proyek (Project Management Consultant/PMC) pembangunan jalan tol tersebut kepada ON, Kamis (5/1/2015).

“Perkembangannya berdasarkan data per 1 Januari 2015 telah mencapai 87,13 %,“ ujar Sahir.

Target ini sesuai dengan perencanaan awal yang dimulai sejak 1 Pebruari 2013 yang dengan masa pelaksanaan 30 bulan.

Selanjutnya Ahmad menerangkan bahwa jalan tol yang di bangun sepanjang 116,75 km melintasi 5 kabupaten yaitu: Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Cirebon.
Jumlah total desa yang dilintasi sebanyak 65 desa yang terbagi dalam 6 seksi, yaitu: Seksi 1 Cikopo – Kalijati sepanjang 27,05 km, Seksi 2 Kalijati – Subang sepanjang 11,2 km, Seksi 3 Subang – Cikedung sepanjang 28,7 km, Seksi 4 Cikedung – Kertajati sepanjang 19 km, Seksi 5 Kertajati – Sumberjaya sepanjang 16 km dan Seksi 6 Sumberjaya – Palimanan sepanjang 14,8 km.

Jalan tol Cikopo – Palimanan (Cipali) bakal bisa beroperasi menjelang Idul Fitri 2015 atau 30 Juni 2015.
Jalan tol Cikopo – Palimanan (Cipali) bakal bisa beroperasi menjelang Idul Fitri 2015 atau 30 Juni 2015.

Adapun sumber dana pembangunan jalan tol melibatkan 22 bank yang berafiliasi dengan Bank Dunia (World Bank) dan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank) dengan nilai pembangunan konstruksi jalan memakan dana 7,7 trilyun rupiah dan total biaya penyelesaian yang diperkirakan menelan biaya lebih dari 12,8 trilyun rupiah.

Spesifikasi fisik pembangunan jalan tol diantaranya ialah dengan lebar lajur jalan 3,6 meter yang diperuntukkan kendaraan dengan kecepatan 120 km/jam. Jumlah rest area (tempat istirahat) sebanyak 8 buah yang terdiri dari 4 tipe A dan tipe B. Untuk tetap menjaga kelancaran kegiatan warga dibangun overpass/over brigde (jembatan lintas atas) di 68 lokasi dan underpass/under bridge (jembatan lintas bawah) di 30 lokasi.

Tantangan yang dihadapi diantaranya ialah faktor cuaca yang kurang mendukung pada percepatan pembangunan jalan tol dan aspirasi warga. Untuk itu dilakukan berbagai pendekatan kepada warga supaya kelak jalan tol bisa berfungsi dengan baik.

Dia juga menjelaskan mengenai upaya pelaksana proyek untuk menjaga supaya kepentingan warga tidak terganggu baik selama pelaksanaan pekerjaan ataupun setelah jalan tol berfungsi kelak.

“Untuk menampung aspirasi warga, kami menempatkan tokoh masyarakat sebagai kontak di 65 desa untuk menampung aspirasi warga,” ujarnya.

Salah satu realisasi aspirasi warga membangun sarana saluran air dan drainase yang mampu menampung air dalam volume besar. Pendekatan menyerap aspirasi warga hingga masih dilakukan.(Teddy Widara)

Related posts