Kamis, 23 September 21

Tol Balsam Ciptakan Pusat Perekonomian Baru di Kaltim

Tol Balsam Ciptakan Pusat Perekonomian Baru di Kaltim
* Pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), Kalimantan Timur. (Foto: Kementerian PUPR)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap menyelesaikan pembangunan jalan tol yang ditargetkan sepanjang 1.852 Km pada periode 2015-2019. Kehadiran jalan tol akan meningkatkan konektivitas antar wilayah dan efisiensi biaya logistik di Indonesia.

Salah satu ruas tol yang dalam tahap penyelesaian adalah Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) sepanjang 99,35 Km, saat ini sudah rampung 90,19%.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kehadiran jalan tol pertama di Pulau Kalimantan tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan kawasan perekonomian baru.

“Pembangunan infrastruktur tidak hanya untuk mendorong perkembangan ekonomi di kawasan perkotaan dan kawasan maju lainnya. Tetapi juga infrastruktur di kawasan sedang berkembang dan perbatasan sehingga bisa mengurangi disparitas sosial, ekonomi dan wilayah,” ujar Basuki melalui siaran pers, Jumat (5/7/2019).

Sementara itu Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit menuturkan, pembangunan jalan tol Balsam menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi Rp 9,9 triliun.

“Ditargetkan dapat rampung pada akhir tahun 2019. Adanya tol dapat memangkas biaya logistik barang dan jasa dan waktu tempuh antar dua kota tersebut dari semula sekitar 3 jam menjadi hanya 1 jam,” kata Danang.

Jalan Tol Balsam juga menjadi akses penghubung Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan. Akses menuju ke bandara ini dapat ditempuh dalam waktu 15-20 menit dengan melewati Seksi V ruas Balikpapan-Sepinggan yang hanya berjarak sekitar 8 km dari bandara tersebut.

Jalan tol Balsam dibangun sejak November 2016 terdiri dari 5 seksi, yaitu Seksi I ruas Balikpapan-Samboja (22,03 Km), Seksi II ruas Samboja-Muara Jawa (30,98 Km), Seksi III Muara Jawa-Palaran (17,50 Km), Seksi IV Palaran-Samarinda (17,95 Km), dan Seksi V ruas Balikpapan-Sepinggan (11,09 Km).

Dari lima seksi Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan dukungan pembangunan konstruksi di Seksi I dan Seksi V yang bertujuan meningkatkan kelayakan finansial ruas tol tersebut. Pembangunan Seksi 1 menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltim sebesar Rp 1,5 triliun dan APBN sebesar Rp 271 miliar, di mana Rp 79,88 miliar diantaranya dialokasikan untuk pembangunan Jembatan Manggar sepanjang 613 meter.

Sedangkan untuk Seksi V didanai oleh APBN yang berasal dari pinjaman dari Pemerintah China sebesar Rp 848,55 miliar atau sekitar 8,5% dari total investasi. Untuk Seksi II-III dan IV, pembangunannya menggunakan dana Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT. Jasa Marga Balikpapan-Samarinda.

Kehadiran jalan tol ini disambut baik oleh masyarakat yang terus mendukung terbangunnya jalan tol ini hingga tahap penyelesaian. Diharapkan setelah terbangunnya jalan tol ini akan menciptakan kawasan perekonomian baru di Pulau Kalimantan dengan mendorong pengembangan kawasan-kawasan industri yang bergerak di sektor kelapa sawit, batubara, migas, dan pertanian. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.