Senin, 29 November 21

Tokoh NU Silang Pendapat Soal Shalat Jumat di Jalan

Tokoh NU Silang Pendapat Soal Shalat Jumat di Jalan
* Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU), Said Aqil Siradj

Jakarta, Obsessionnews.com – Aksi bela Islam jilid III pada 2 Desember 2016 diwarnai dengan tanggapan yang beragam dari sejumlah tokoh agama, terutama dari pihak Nadhlatul Ulama (NU). Sebagian ada yang respek, tapi juga ada yang keberatan. Terutama menyangkut rencana shalat Jumat di jalan.

Pihak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) sudah mengeluarkan fatwa, bahwa shalat Jumat di jalan tidak sah, karena tidak ada tuntutan agama. Nabi Muhammad dikatakan. Tidak pernah melaksanakan shalat Jumat di jalan, pendapat ahli fiqih juga tidak membolehkan.

“Itu menurut mazhab Imam Syafii dan Maliki. Menganggap salat di jalan tidak sah,” ‎ujar Ketua Umum PB NU, Said Aqil Siradj, Kamis (24/11/2016).

Namun, berbeda dengan PB NU, ulama NU lainya KH Sholahudin Wahid atau Gus Sholah berpendapat shalat Jumat di jalan diperbolehkan sepanjang memenuhi kondisi yang memungkinkan untuk dilaksanakan di jalan. ‎Misalnya, saat kondisi masjid penuh tidak bisa menampung jamaah.

“Kalau memang tidak bisa menampung jamaah, ya apa boleh buat,” kata Gus Sholah, di (24/11).

Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur,  ini mengatakan, keinginan umat Islam untuk melakukan aksi di Jakarta pada 2 Desember mendatang tidak perlu dilarang. Sebab, hal itu merupakan hak konstitusional setiap warga negara.

“Kalau menurut saya tidak perlu dihalangi keinginan mereka. Mau diapakan lagi kalau mereka mau unjuk rasa,” ujar Gus Sholah.

Terlebih, jika aksi itu dibarengi dengan kegiatan salat Jumat, maka hal itu adalah sesuatu yang biasa, bukan suatu hal dipermasalahkan. Berkaca pada demo 4 November lalu, banyak juga yang melaksanakan shalat Jumat di jalan, karena Masjid Istiqlal tidak mencukupi.

“Konteksnya ini kan orang berbondong-bondong ke Jakarta untuk ikut salat Jumat, jadi itu hak masing-masing individu,” ujar adik kandung almarhum Gus Dur ini. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.