Sabtu, 25 September 21

Tokoh HMI Ajukan Lafran Pane Sebagai Pahlawan Nasional

Tokoh HMI Ajukan Lafran Pane Sebagai Pahlawan Nasional

Semarang, Obsessionnews – Jika sebelumnya santer banyak kalangan menyodorkan mantan presiden kedua Indonesia, HM Soeharto, kali ini sejumlah tokoh senior Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) mengusulkan gelar pahlawan nasional bagi pendiri sekaligus pelopor gerakan pemuda Muslim, Lafran Pane.

Para tokoh yang hadir diantaranya Ferry Mursyidan Baldan yang kini menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Akbar Tanjung, Ketua Muhammadiyah Jawa Tengah Musman Tholib dan Ketua KAHMI Jawa Tengah Gunarto. Mereka menggelar seminar nasional bertajuk ‘Jejak Langkah Lafran Pane’ di Universitas Muhammadiyah Semarang, Senin (16/11/2015).

Ferry Mursyidan Baldan mengatakan almarhum Lafran Pane adalah sosok yang menginspirasi cendekiawan Muslim pada masa pergerakan kemerdekaan Indonesia tahun 1945.

“Beliau tokoh pejuang yang menginspirasi semua orang hingga saat ini,” ujar mantan Ketua Umum HMI tersebut.

Lafran Pane, lanjut Ferry, mampu merealisasi gagasan perjuangan nasionalisme dengan tetap berdasarkan ajaran agama Islam. Kepimpinan Lafran Pane sebagai pendiri HMI pun dinilai telah melahirkan banyak kader potensial di dunia politik nasional, seperti Akbar Tanjung, Anas Urbaningrum dan dirinya sendiri.

“Semua itu tak bisa dilepaskan dari ajaran politik berbasis keislaman yang digagas Lafran Pane,” lanjutnya.

Sebagai informasi, Lafran Pane merupakan tokoh asal tanah Minang, Padang Sidempuan. Dia adalah putra Sultan Pangurabaan Pane seorang tokoh Muslim asal Tapanuli. Pada masa kemerdekaan Lafran bersama tokoh pemuda Muslim membentuk HMI untuk memperjuangkan politik Indonesia secara independen.

Wakil Sekretaris KAHMI Jawa Tengah Ahmad Zain menambahkan, usulan gelar pahlawan nasional juga digelar dalam diskusi panjang di 16 kota besar di Indonesia. Saat ini, pihaknya tengah mencari sisi kepahlawanan yang ada dalam diri Lafran.

“Sehingga dalam waktu dekat bisa diajukan kepada Kementerian Sosial (Kemensos). Kami meminta pendapat masyarakat apakah beliau layak atau tidak dijadikan pahlawan,” kata Zain. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.