Selasa, 4 Oktober 22

TNI Perlu Dibekali Alat Canggih Agar Tak Ketinggalan

TNI Perlu Dibekali Alat Canggih Agar Tak Ketinggalan

Jakarta, Obsessionnews – ‎Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mengapresiasi kemampuan personal prajurit TNI yang mampu menjuarai beberapa perlombaan penggunaan senjata militer di tingkat dunia, meski Indonesia diakui masih lemah dalam hal kepemilikan alat utama sistem senjata (alutsista) canggih.

“Kami mengucapkan Dirgahayu TNI ke-70. Kita harus tetap bahu-membahu memberikan dukungan kuat ke TNI sehingga TNI mempunyai alutsista canggih dan modern,” jelas Agus Hermanto di gedung parlemen, Jakarta, Senin (5/10/2015).

Namun menurut Agus, kepemilikan alutsista canggih yang modern diperlukan TNI harus diutamakan, dan didukung oleh pemerintah dengan menyediakan anggaran yang lebih. Hal ini untuk membantu memastikan keamanan Tanah Air.

“‘Insyaallah’ TNI semakin maju, semakin kuat, semakin trengginas dan semakin siap menjaga keamanan RI. Tentu kepemilikan alutsista canggih diimbangi semangat kuat akan menjamin keamanan Indonesia,” jelas dia.

Upacara puncak peringatan HUT TNI ke-70 akan digelar pada Senin hari ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan hadir dan menjadi inspektur upacara.Pasukan yang terlibat dalam parade upacara tersebut terdiri gabungan dari tiga matra, yakni darat, udara dan laut melibatkan 6.349 personel.

Sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI juga disiagakan sebagai latar belakang lapangan upacara, diantaranya enam tank Scorpion, empat tank Marder, empat panser Tarantula, empat tank BMP 4 F, tiga tank LVT 7, tiga roket RM 70 Grad, dua Howitzer LG 1 MK 2, dua Ransus Smart Hunter, dua truk Mercy Target, drone dan peluru kendali QW 3.

Sebanyak 155 pesawat TNI Angkatan Udara dari berbagai jenis juga dikerahkan guna memeriahkan upacara peringatan HUT ke-70 TNI yang puncaknya dipusatkan di dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.