Jumat, 27 Mei 22

TNI Malah Berterima Kasih kepada Haris Azhar

TNI Malah Berterima Kasih kepada Haris Azhar

Jakarta, Obsessionnews.com – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman menegaskan, TNI mengucapkan terima kasih kepada Aktivis KontraS Haris Azhar (yang membongkar dugaan keterlibatan aparat yang membackingi jaringan narkoba), karena informasi yang disampaikan sebagai bahan intropeksi bagi TNI.

Hal ini dipaparkan Mayjen TNI Tatang Sulaiman saat mengikuti dialog di salah satu Stasiun Televisi Nasional, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa malam (9/8/2016), terkait testimoni Freedy Budiman.

Kapuspen TNI menyampaikan keseriusan TNI dalam pemberantasan narkoba cukup beralasan. Menurutnya, ada dua alasan dan satu bukti TNI serius menangani pemberantasan Narkoba. Pertama. TNI sangat paham dan sadar bahwa Narkoba itu merupakan bisnis tetapi bisnisnya illegal, karena illegal maka akan merapat dan berlindung kepada aparat keamanan seperti TNI dan juga bisa aparat hukum.

“Semakin dekat dengan TNI maka semakin aman. Bisa dekat secara person maupun tempat,” ungkap Mayjen TNI Tatang Sulaiman.

Kedua.lanjutnya, ancaman besar bangsa Indonesia saat ini adalah Narkoba, sehingga TNI meyakini bahwa Narkoba ini sangat mengancam Negara. Korban yang ditimbulkan oleh Narkoba lebih besar dari pada aksi terorisme. Sebagai perbandingan aksi terorisme Bom Bali 1 dan 2 serta Bom Marriot dan Rizt-Carlton merenggut nyawa 234 orang, bandingkan dengan korban akibat Narkoba yang jauh lebih besar.

“Data yang di release dari BNN menyebutkan bahwa ada 50 orang meninggal dunia perhari karena Narkoba berarti dalam setahun 18.000 orang,” bebernya pula TNI.

Karena dua alasan ini, jelas Kapuspen, maka TNI tidak mungkin tinggal diam dalam penanganan dan pemberantasan Narkoba.

Dalam kesempatan tersebut, Kapuspen TNI juga menyampaikan bukti TNI Konsisten dan serius berantas narkoba. Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada saat entry briefing tahun 2015 lalu telah memberikan arahan kepada seluruh Pangkotama TNI, salah satu poin pentingnya yaitu perang terhadap Narkoba melalui pemberantasan & pembersihan Narkoba dalam lingkungan satuan TNI. “Perang terhadap Narkoba menjadi agenda prioritas dan mendesak,” tegas Mayjen TNI Tatang Sulaiman.

Lebih lanjut Kapuspen TNI mengatakan bahwa dari data hasil operasi gaktib dan yustisi dilingkungan TNI di atas terkait perkara Narkoba, menunjukan bahwa semester I tahun 2016 terdapat 402 perkara dengan demikian adanya kenaikan sekitar 259 perkara atau 100 % lebih dibandingkan dengan semester II tahun 2015 terdapat 143 perkara. “Operasi bersih-bersih Narkoba di lingkungan TNI oleh para komandan satuan sangat efektif dan membuahkan hasil,” ujarnya.

Maka terkait testimoni Sdr. Haris Azhar bahwa adanya keterlibatan oknum TNI yang membantu Freddy Budiman membawa Narkoba dari Medan ke Jakarta dengan menggunakan kendaraan dinas Pati Bintang Dua, bila terbukti,  TNI akan bertindak tegas.

“TNI tidak pandang bulu dalam menegakan hukum karena kita negara hukum, maka hukum akan berlaku bagi seluruh prajurit TNI baik dari pangkat Prada sampai Jenderal,” tegas Kapuspen TNI. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.