Minggu, 15 September 19

TKN: Salah Input Tinggal Diperbaiki

TKN: Salah Input Tinggal Diperbaiki
* Ketua KPU Arief Budiman tengah memantau penghitungan data suara pilpres 2019 di KPU. (Foto: Detik)

Jakarta, Obsessionnews.com – Tuduhan kecurangan terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) selalu digaungkan oleh kubu Prabowo Subianto. Kecurangan itu ditandai dengan banyaknya salah input data jumlah perolehan suara di KPU. Namun pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin membantah itu bukan kecurangan.

“Kalau salah input tinggal diperbaiki, publik bisa cek sendiri. Semua serba transparan. Jangan bikin repot,” tegas Direktur Program TKN Aria Bima di Jakarta, Selasa (23/4/2019).

 

Baca juga:

Mencari Bukti Klaim Kemenangan Prabowo

Komunikasi Melalui Handpone, Ini Isi Percakapan Luhut dengan Prabowo

Dapat 148 Suara di TPS Depok, di KPU Suara Prabowo Ditulis 3 Suara

 

Aria mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari dan tidak terpancing segala pembentukan opini Pilpres 2019 yang disebut penuh kecurangan. Justru, lanjutnya, kubu 02 yang patut dicurigai merekayasa kecurangan pemilu.

Aria mempertanyakan keberadaan saksi kubu 02 di lokasi penghitungan suara. Ia menuding, kubu 02 tidak menempatkan saksi untuk mengawal perhitungan suara secara berjenjang. Yang ada, mereka menuduh KPU curang.

“Kenapa mereka gak tempatkan saksi di daerah saat penghitungan suara berjenjang? Mereka tutupi kecurangan di daerah kemenangan. Tapi nilai KPU salah input data bentuk kecurangan terstruktur,” katanya.

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mencurigai adanya upaya penyelarasan antara Sistem Perhitungan Suara di Laman Komisi Pemilhan Umum (Situng KPU) dan hasil quick count Pilpres 2019 versi banyak lembaga survei.

Direktur Informasi dan Teknologi (IT) BPN, Agus Muhammad Maksum menyatakan kecurigaan tersebut setelah melihat hasil pendataan berjalan Situng KPU.

Agus mengatakan, dari penelusuran BPN, pola pendataan hasil suara yang dilakukan KPU dalam Situng-nya, memprioritaskan daerah-daerah kemenangan paslon pejawat 01, Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin.

Bahkan kata Agus, hasil suara ada yang dipaksakan meski belum ada C1-nya atau rekapitulasi pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS). (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.