Kamis, 18 Juli 19

TKN: Propanda Rusia yang Dimaksud Jokowi adalah Kritik ke Politikus Hipokrit

TKN: Propanda Rusia yang Dimaksud Jokowi adalah Kritik ke Politikus Hipokrit
* Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding. (Foto: fakta.news)

Jakarta, Obsessionnews.com – Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menegaskan pernyataan Jokowi soal ‘propaganda Rusia’ dalam pemilu tidak dimaksudkan Rusia sebagai sebuah negara, akan tetapi ditujukan kepada individu yang bekerja sebagai konsultan politik, namun menerapkan strategi yang jauh dari nilai demokrasi dan adab budaya bangsa Indonesia.

“Pernyataan Pak Jokowi mestinya dipahami sebagai sebuah kritik terhadap pihak yang doyan menggembar gemborkan slogan anti asing, namun justru menjadikan pihak asing sebagai konsultan politik,” kata Karding di Jakarta, Senin (4/2/2019).

“Orang yang gemar meneriakan jargon anti asing, namun menggunakan jasa konsultan asing Rusia sebenarnya menunjukan karakternya yang hipokrit. Kalau ia gampang mengkhianati ucapannya maka tentu saja ia akan dg mudah mengkhianati bangsanya dg menyerahkan kepentingan negara kepada pihak asing,” sambungnya.

Menurut dia, pernyataan Jokowi mesti dipahami sebagai sebuah kekhawatiran atas situasi politik yang kian panas. Sebab sulit dipungkiri bahwa pilpres telah menciptakan friksi di antara anak bangsa. Friksi itu salah satunya terjadi karena strategi politik kotor dari lawan-lawannya yang mau melakukan apa saja demi meraih kekuasaan termasuk memfitnah, mengadu domba, dan memprovokasi masyrakat.

“Ucapan Pak Jokowi adalah alaram bagi kita semua untuk senantiasa kritis terhadap berbagai informasi. Sebab di era post truth seperti sekarang ini, kebenaran acapkali bukan soal fakta dan realitas tapi soal dari siapa kebenaran itu diucapkan. Selama ucapan datang dari pendukungnya maka itu adl kebenaran. Sebaliknya jika itu datang dari musuh maka sudah pasti kebohongan. Inilah yang Pak Jokowi tidak inginkan,” ujar dia.

Ia mengatakan selama empat tahun periode pemerintahan Jokowi, kerjasama Indonesia dengan Rusia berjalan positif dan akan terus menuju ke arah yang lebih positif baik di bidang militer, ekonomi perdagangan, pendidikan dan kebudayaan. 

“Kami percaya urusan pilpres tidak boleh merusak hubungan bilateral kedua negara apalagi sampai memecah belah anak bangsa sendiri,” tutup Karding. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.