Sabtu, 23 Februari 19

TKN Jokowi-Ma’ruf Temukan Kelemahan Prabowo di Jawa Barat

TKN Jokowi-Ma’ruf Temukan Kelemahan Prabowo di Jawa Barat
* Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto. (Foto: Tribunnews)

Cianjur, Obsessionnews.com – Gencarnya kampanye Tim Kampanye Nasional (TKN) untuk memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Jawa Barat bisa jadi sebagai balasan atas strategi Badan Pemenangan Nasional (BPN) untuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Jawa Tengah. Jabar disebut sebagai kandang Prabowo. Sementara Jateng disebut kandang Jokowi.

 

Baca juga:

Survei Populi Center: Popularitas Jokowi 82%, Prabowo 68%

Jokowi Tantang Prabowo Laporkan Kebocoran Anggaran Negara ke KPK

Jokowi Ajak Masyarakat Gunakan Hak Suara Tanpa Rasa Takut

 

Atas dasar itu, sembilan partai politik pendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf melakukan konsolidasi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Kamis malam, 7 Februari 2019. Mereka menargetkan 60 persen suara di Cianjur.

Hadir dalam konsolidasi itu sembilan petinggi partai anggota koalisi di Kabupaten Cianjur. Partai-partai itu di adalah PDI-P, Partai Hanura, Partai Golkar, PPP, PKB, Partai Nasdem, PSI, PKPI, dan Perindo.

Dipimpin langsung Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto. Dia hadir bersama juru bicara TKN Ahmad Basarah dan Ketua PDIP Jawa Barat Tubagus Hasanuddin.

Hasto meminta Tim Kampanye Daerah merapatkan barisan untuk memasuki teritorial atau wilayah kosong dukungan publik kepada rival mereka, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, di Cianjur. Sebab, berdasarkan temuan di lapangan, secara teritorial, tim Prabowo-Sandiaga tak menguasai lapangan. Ini menjadi titik lemah kubu Prabowo.

“Kekuatan dari Pak Prabowo dan Sandiaga ini sebenarnya ke Gerindra. Dari evaluasi teman-teman tadi, mereka (Prabowo-Sandi) tak didukung oleh kekuatan teritorial,” kata Hasto.

TKN paham bahwa masyarakat yang belum mendukung Jokowi-Ma’ruf karena masih terpengaruh hoaks dan fitnah yang disebar lewat media sosial. Maka partai koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf kata Hasto, wajib menguasai teritorial dan mengklarifikasi fitnah kepada masyarakat.

“Jadi PDIP, Golkar, PKB, PPP, Nasdem, Hanura, Perindo, PSI dan PKPI, semua bersama-sama turun melakukan ekspansi masif di Cianjur ini. Kami makin optimistis, di Cianjur bisa mencapai target 60 persen,” kata Hasto.

Partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja harus mengetahui peran dan psikologis rakyat yang didekatinya. Seperti PPP dan PKB, harus menjelaskan dengan perspektif agama tentang Jokowi-Ma’ruf dibanding Prabowo-Sandi. Golkar PDIP diminta menggalang basis-basis kelas menengah, kalangan bawah alias wong cilik, dan karyawan swasta. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.