Sabtu, 7 Desember 19

TKI Diperkosa Politikus Malaysia?

TKI Diperkosa Politikus Malaysia?
* ilustrasi. (ist)

Kabarnya, seorang perempuan tenaga kerja Indonesia (TKI) sebagai pembantu rumah tangga diperkosa oleh politikus Malaysia. Kini, Kepolisian Malaysia di Negara Bagian Perak sedang menyelidiki dugaan pemerkosaan tersebut dan telah menahan politikus yang juga duduk sebagai anggota parlemen setempat.

Kemarin, media melaporkan pelayan Indonesia anggota exco itu mengajukan laporan polisi di kantor polisi Jelapang di sini Senin, mengklaim bahwa dia diduga diperkosa oleh mantan di rumahnya dan kasus itu diselidiki di bawah Bagian 376 KUHP.

Polisi telah menangkap seorang anggota dewan eksekutif negara bagian Perak (exco) untuk membantu penyelidikan atas dugaan kekerasan seksual yang melibatkan pembantu rumah tangganya.

Kepala kepolisian Perak Datuk Razarudin Husain @ Abd Rasid mengatakan anggota exco itu ditangkap kemarin. “Untuk memastikan penyelidikan polisi yang adil, kami telah menangkap tersangka kemarin untuk membantu penyelidikan kami,” katanya ketika dihubungi oleh Bernama di sini hari ini.

Kementerian Luar Negeri Indonesia sedang melakukan koordinasi dengan kepolisian Malaysia terkait pemberitaan yang menyebutkan seorang warga Indonesia menjadi korban pemerkosaan di Malaysia.

“Ini sedang kita verifikasi, kita pastikan secara menyeluruh, karena segala informasinya, kita harus pastikan di lapangan, termasuk melalui koordinasi dengan polisi setempat,” kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah, kepada BBC News Indonesia, Rabu (10/7/2019).

Sejumlah media Malaysia sebelumnya telah memberitakan bahwa Kepolisian Malaysia di Negara Bagian Perak sedang menyelidiki dugaan pemerkosaan yang dilakukan seorang politikus terhadap pembantu rumah tangganya yang dilaporkan berasal dari Indonesia.

The Star versi online, Rabu (10/7), mengutip pernyataan pejabat polisi di Perak, melaporkan bahwa kepolisian telah menahan politikus yang juga duduk sebagai anggota parlemen setempat sebagai bagian proses penyelidikan kasus dugaan pemerkosaan.

Adapun Malay Mail, Rabu (10/7) melaporkan bahwa terduga yang berinisial PY – politikus Partai Tindakan Demokratik (DAP) dan anggota parlemen di wilayah Perak, Malaysia – membantah tuduhan melakukan perkosaan terhadap pekerja rumah tangga (PRT) yang diberitakan berasal dari Indonesia.

Sejauh ini belum diketahui identitas korban dan tidak dijelaskan pula kapan dan di mana kejadian tersebut terjadi.

Lebih lanjut Teuku Faizasyah mengatakan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur “sudah mendengar” pemberitaan tentang kasus ini.

“Yang dilakukan saat sekarang adalah KBRI sudah mengirimkan nota diplomatik untuk memintakan akses konsuler,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan pihak KBRI secepatnya akan menemui kepolisian Maldaysia di Perak untuk meminta akses kekonsuleran kepada korban yang menyebutkan dirinya sebagai warga Indonesia.

“Dengan demikian kita bisa memintakan akses kekonsuleran bagi mereka (korban) yang dilaporkan terkena tindakan kekerasan tersebut,” ujar Faizasyah.

Dalam waktu bersamaan, tambahnya, KBRI juga akan akan memastikan apakah korban merupakan WNI atau bukan.

Menurutnya, apabila nanti korban sudah dipastikan adalah warga Indonesia, pihaknya akan memberikan pendampingan advokasi hukum. “Juga berkomunikasi dengan keluarga terkait yang menimpa sanak keluarganya,” katanya.

“Hal-hal seperti ini memerlukan kehati-hatian. kita tidak ingin menimbulkan kecemasan, ketidakpastian, kebingungan di keluarga, karena bisa saja namanya sama, sehingga kita harus verifikasi dan pastikan dulu identitas korban,” jelasnya lebih lanjut. (*/BBC/Bern)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.