Minggu, 28 November 21

TKBM Tanjung Perak Mogok Kerja

TKBM Tanjung Perak Mogok Kerja
* TKBM Pelabuhan Tanjung Perak duduk-duduk di sekitar Terminal Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (4/5/2015). (Obsessionnews.com/ Ari Armadianto)

Surabaya, Obsessionnews – Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya melakukan aksi mogok kerja, Senin (4/5/2014). Mereka protes atas terbitnya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 53 Tahun 2015 yang dinilai akan merugikan TKBM.

“Kami menuntut agar Permenhub (Peraturan Menteri Pehubungan) Nomor 53 dihapus atau direvisi,” kata Sekretaris Umum Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (FSPMI), Syukur Achmad kepada wartawan di Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (4/5/2015).

Permenhub Nomor 53 Tahun 2015 merupakan perubahan atas Permenhub Nomor 60 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan dan pengusahaan bongkar muat barang dari dan ke kapal. Pasal 16 Permenhub Nomor 60 Tahun 2014 ini menyatakan wajib menggunakan koperasi.

Peraturan tersebut direvisi menjadi Permenhub Nomor 53 Tahun 2015 yang menyatakan bahwa pekerja bongkar muat berasal dari badan usaha yang berbentuk badan hukum Indonesia yang meliputi Perseroan Terbatas, koperasi dan yayasan.

“Kami menentang permenhub tersebut dengan mogok kerja sebagai bentuk protes,” tegasnya.

Achmad menambahkan, pihaknya akan melakukan aksi mogok kerja hingga Permenhub tersebut dicabut atau direvisi.

BONGKAR MUAT TERMINAL JAMRUD SELATAN MANDEK - SENIN 4-5-2015

Pantauan Obsessionnews.com, ratusan buruh bongkar muat pelabuhan ini mogok kerja dengan cara berkumpul di pintu masuk Dermaga Jamrud dan menghentikan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan.

Suasana di terminal Jamrud Selatan terlihat sepi. Sejumlah truck muat aspal terparkir, namun tidak ada aktivitas bongkar muat yang dilakukan para TKBM.

Informasi yang berhasil dihimpun, aksi mogok tidak hanya dilakukan di terminal Jamrud Selatan, melainkan serentak dilakukan di Terminal Mirah, Nilam, dan Berlian. (GA Semeru)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.