Senin, 30 Maret 20

Tjendrawati Widjaja Gali Potensi di Dunia Perbankan Komisaris Utama PT Bank Sinarmas Tbk

<span class=Tjendrawati Widjaja Gali Potensi di Dunia Perbankan Komisaris Utama PT Bank Sinarmas Tbk">
* Komisaris Utama PT Bank Sinarmas Tbk Tjendrawati Widjaja. (Foto: Fikar Azmy/Women’s Obsession)

Kejujuran, ketekunan, dan dedikasi memang kerap berbuah manis. Hal itulah yang dialami dan dipetik oleh Tjendrawati Widjaja, Komisaris Utama PT Bank Sinarmas Tbk. Sebelum sampai ke posisi saat ini, sosok wanita murah senyum dan ramah tersebut meniti karier dari bawah. Lulusan fakultas ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga ini memulai sebagai marketing di PT Lima Sempurna Makmur di Semarang.

Ketika pemilik Shinta Grup kala itu ingin membuka bank, tepat di saat pemerintah memberikan kesempatan mendirikan bank, Tjendra pun ditawari untuk ikut menjadi bagian tim inti dalam proses pendirian Bank Shinta.

“Pada saat itu terus terang saya memang belum memiliki pengalaman di dunia perbankan. Namun, pemilik memberi saya kesempatan mengikuti berbagai pelatihan yang bertujuan mendidik para kader perbankan. Saya mengambil berbagai kursus dan belajar dari para senior sambil terlibat dalam pendirian bank, mulai dari perizinan hingga persiapan lainnya,” ungkap Tjendra kepada Women’s Obsession ketika dijumpai di kantornya.

Bergabung dengan Bank Sinarmas yang saat itu masih bernama Bank Shinta pada tahun 1990, dia merasa bersyukur diberi kesempatan untuk berkembang tidak hanya di bagian pemasaran tetapi juga di berbagai bidang. Dalam perjalanan kariernya, dia menduduki berbagai jabatan strategis, antara lain wakil pemimpin cabang dan pemimpin cabang pada tahun 1992 hingga tahun 2001.

“Saya banyak belajar di semua bagian, karena kesempatan terbuka lebar, sehingga karier saya meningkat dengan cepat. Selain karena usaha yang lumayan keras, ada kepercayaan besar dari pemilik. Hal itu pun menjadi blessing bagi saya,” tuturnya penuh syukur.

Wanita kelahiran Malang ini juga menjabat posisi group leader credit & marketing Bank Shinta, credit & marketing director, hingga akhirnya diangkat sebagai direktur utama.

Pada tahun 2005 Bank Shinta diakuisisi PT Sinar Mas Multiartha Tbk. Setelah melewati perjalanan karier yang panjang, Tjendra dipercaya menjadi komisaris utama Bank Sinarmas sejak tahun 2010.

Di bawah kepemimpinannya dalam mengawasi dan memberikan nasihat kepada direksi saat ini Bank Sinarmas sedang mengejar program digital banking. Konsep ini tengah digalakkan mengusung kemudahan transaksi melalui smartphone, nasabah tidak perlu datang ke kantor.

Sejalan dengan layanan keuangan digital yang cepat dan mudah sebagai pilihan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi finansial. Sepanjang tahun 2018, Bank Sinarmas  melayani + 3,9 juta transaksi Virtual Account (VA), sebagian adalah transaksi fintech. Kecepatan transaksi Iewat VA akan terus ditingkatkan untuk mendukung perusahaan fintech ke depannya. Selain itu bank juga bekerja sama dengan beberapa fintech P2P.

Dalam meniti tangga kesuksesan berkarier, prinsip yang dipegangnya sesuai dengan yang diajarkan dalam agama, yaitu jadilah berkat bagi orang lain. Dia berkata, “Semaksimal mungkin kita berbuat baik kepada siapa pun. Dalam bekerja paling utama adalah kejujuran. Apalagi bekerja di perbankan, kita mengelola uang masyarakat. Kejujuran merupakan hal yang harus dijunjung tinggi.”

Resepnya masih bertahan hingga kini adalah karena lebih banyak suka dibandingkan duka yang dialami. Salah satunya ketika memberikan target dalam pencapaian, kemudian timnya berhasil mendapatkan penghargaan atas achievement tersebut.

Tjendra juga berpandangan di masa ini ada banyak wanita yang bekerja di perbankan menduduki posisi tinggi, dibandingkan dulu ketika dia bergabung di era 90-an perempuan biasanya di bagian teller maupun CS saja. Sekarang pemimpin di perbankan posisi direksi dan komisaris mungkin sudah mencapai 30% dijabat perempuan. Ini membuktikan bahwa di era sekarang perempuan Indonesia bisa terus maju dan diberi kesempatan setara dengan para pria.

“Perempuan sebenarnya memiliki kelebihan karakter yaitu kelemahlembutan menghadapi berbagai karyawan maupun customer. Selain komunikasi baik di antara semua rekan dan klien, sikap lemah lembut tersebut tentu bisa memberikan suasana lebih cair dan kerja sama terjalin dengan baik,” ujarnya.

Keberhasilan dalam pekerjaan juga diimbangi dengan kehidupan keluarga yang harmonis. Sebagai ibu dari putra-putri kembar tiga, Tjendra mengungkapkan dirinya terbantu dukungan orang tua dalam merawat buah hati.

“Puji syukur, mereka belajar dengan bagus, selalu sehat, dan pintar hingga bisa mandiri. Itu semua memegang peranan penting dalam mendukung karier saya selama ini,” tuturnya.

Terpenting baginya dalam hidup adalah mengutamakan keseimbangan hubungan kepada Tuhan, komunikasi dengan keluarga, dan pekerjaan yang dijaga sebaik-baiknya, agar hidup bisa semakin bernilai dan berkualitas. (Angie Diyya)

 

Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Women’s Obsession Edisi Juli 2019.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.