Senin, 23 Mei 22

Tjahjo Dapat Gelar Pemimpin yang Bawa Perubahan

Tjahjo Dapat Gelar Pemimpin yang Bawa Perubahan
* foto : legaleraindonesia.com

Nunukan, Obsessionnews.com – Menjelang peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-72, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang juga Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Tjahjo Kumolo mengunjungi daerah Krayan pada Senin (14/8/2017).

Krayan merupakan kawasan perbatasan Negara yang berada di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Kunjungan kerja tersebut merupakan bentuk perhatian Presiden RI Joko Widodo yang diwakili anggota kabinetnya, terhadap wilayah negara yang disebut sebagai wilayah terdepan.

Hal tersebut sesuai dengan Nawacita Ketiga Pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dalam kerangka keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada kesempatan itu, Tjahjo melakukan serangkaian kegiatan, mulai dari kegiatan cultural sampai dengan kegiatan administratif maupun politik dalam kapasitasnya sebagai Mendagri sekaligus sebagai Kepala BNPP.

Dalam kegiatan kultural, Mendagri mengikuti rangkaian acara adat Dayak berupa penerimaan gelar adat sebagai Pun Ngisu’ Bawang, yang artinya pemimpin yang membawa perubahan. Gelar tersebut diberikan masyarakat Adat Dayak Lundayeh, Krayan, yang diwakili oleh Kepalakepala Adat Besar Dayak Lundayeh Wilayah Krayan yang berasal dari lima kecamatan.

Upacara penganugerahan gelar adat ditandai dengan penyematan atribut adat Dayak Lundayeh kepada Mendagri dan dilanjutkan pemberian gelar kehormatan dan symbol kebesaran sebagai pemimpin dengan ditandu dalam rumah adat menuju podium.

Tjahjo didampingi Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, beserta beberapa bupati/wakil bupati dan perwakilan pejabat-pejabat Forkompinda se-Kaltara, menerima pernyataan sikap dan aspirasi serta usulan masyarakat Krayan terkait pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB), Kabupaten Krayan.

Pada kesempatan itu, Mendagri juga memukul gong sebagai tanda pembukaan rangkaian kegiatan peringatan HUT RI Ke-72 oleh masyarakat Krayan.

Dalam sambutannya, sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasihnya atas penganugerahan gelar adat, Mendagri menyatakan bahwa ia telah resmi menjadi anggota keluarga besar Dayak Lundayeh. Untuk itu, ia akan memperjuangkan kepentingan adat dayak.

“Berjanji akan memberikan kemampuan terbaiknya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Krayan pada umumnya dan masyarakat Adat Dayak Lundayeh khususnya,” ungkap Tjahjo.

Tjahjo juga menyampaikan terima kasih telah menjadi warga kehormatan. Dirinya mengaku tak akan melupakan Krayan. Karena itu, dia menegaskan pembangunan wilayah perbatasan harus menjadi prioritas yang dilaksanakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Kaltara akan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Utamanya untuk wilayah perbatasan seperti Krayan,” ujar Tjahjo. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.