Rabu, 18 September 19

Tito: Polisi Tak Pernah Menyebut Kivlan Sebagai Dalang Utama

Tito: Polisi Tak Pernah Menyebut Kivlan Sebagai Dalang Utama
* Kapolri Tito Karnavian. (Foto: Twitter Humas Polri)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan, pihaknya tak pernah menyatakan bahwa Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen adalah dalang di balik kerusuhan 21-22 Mei lalu. Yang disampaikan polisi selama ini adalah kronologis peristiwa kerusuhan tersebut.

 

Baca juga:

Kivlan Zen Ajukan Perlindungan Hukum ke Pemerintah

Polisi Ungkap Lima Komponen Dalam Kasus Senjata Ilegal Kivlan Zen

Pendukung Prabowo, Kivlan Zen Bukan Bagian dari BPN

 

“Tolong dikoreksi bahwa dari Polri tidak pernah mengatakan dalang kerusuhan itu adalah Pak Kivlan Zen. Enggak pernah. Yang disampaikan oleh Kadiv Humas (Irjen Pol Mohammad Iqbal) pada saat press release di Kemenko Polhukam adalah kronologi peristiwa 21 dan 22,” kata Tito di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019).

Tito menjelaskan kerusuhan 22 Mei ini memang sudah disetting oleh oknum tertentu. Sebab tak mungkin demonstran langsung dibekali bahan-bahan peledak, serta senjata tajam lainnya.

“Kok ada bom molotov. Bom molotov itu kan pasti disiapkan, bukan peristiwa spontan pakai batu seadanya. Ini ada bom molotov, panah, parang, ada roket mercon, itu pasti dibeli sebelumnya,” kata Tito.

Selain itu aparat juga menemukan adanya mobil ambulans yang bukan berisi peralatan medis melainkan peralatan kekerasan. Atas dasar tersebut, aparat menyimpulkan bahwa aksi kerusuhan tersebut memang sudah ada yang merencanakan.

Namun, mantan Kapolda Metro Jaya ini menegaskan pihaknya tak pernah menyebut bahwa Kivlan Zen adalah sosok yang merencanakan aksi kerusuhan tersebut.

“Hanya disampaikan dalam peristiwa itu ada korban sembilan orang meninggal dunia di samping luka-luka baik dari kelompok perusuh maupun dari petugas,” katanya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.