Selasa, 29 September 20

Titiek Soeharto Akan Teruskan Keinginan Pendiri Golkar

Titiek Soeharto Akan Teruskan Keinginan Pendiri Golkar
* Titiek Soeharto. (Foto: @Titiek Soeharto)

Jakarta, Obsessionnews.com – Partai Golkar mengalami masa kejayaan pada orde baru (Orba) dari 1966 sampai 1998.Saat itu Presiden Soeharto menjabat sebagai Ketua dewan Pembina dan juga pendiri Partai Golkar.

Sebagai ketua dewan pembina Partai Golkar, Soeharto memiliki kewenangan yang sangat besar untuk menentukan kebijakan Golkar.

Pada pemilu 1971 yang merupakan pemilu pertama di Orba dan diikuti 10 parpol pada saat itu. Secara mengejutkan Golkar tampil sebagai pemenang dengan mengalahkan Partai Nasional Indonesia (PNI) yang merupakan partai penguasa orde lama (Orla).

Pada 1973 rezim orba melakukan reformasi di bidang politik. Kebijakan yang dibikin adalah merampingkan peserta pemilu dari 10 parpol menjadi 3 parpol, yakni PPP, Golkar, dan PDI. PPP merupakan fusi (penggabungan) dari empat partai Islam yakni Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), Partai Nahdlatul Ulama (NU), Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), dan Partai Syarikat Islam Indonesia (SII).

Sedangkan PDI merupakan fusi dari beberapa partai yaitu Partai NasionalIndonesia (PNI), Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Partai Murba), Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) dan juga dua partai keagamaan Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dan Partai Katolik.

Pada Pemilu 1977 sampai 1997 Golkar selalu keluar sebagai juara. Kekuasaan soeharto berakhir pada 98. Soeharto mengundurkan diri akibat desakan dari gerakan reformasi yang dimotori oleh mahasiswa.

Setelah Soeharto tumbang yang ditandai dengan lengsernya Orba, Golkar terus berupaya untuk tetap eksis dalam merengut simpati rakyat Indonesia dalam pemilu.

Saat ini Golkar sedang gonjang-ganjing akibat kasus dugaan korupsi yang diduga dilakukan oleh Ketua Umum (Ketum) Golkar Setya Novanto. Dalam situasi seperti ini, muncul keinginan dari kader-kader Golkar, agar Golkar dipimpin oleh keluarga Soeharto, supaya Golkar dapat jaya kembali seperti jaman orba.

Salah seorang putri Soeharto yakni Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) digadang-gadangkan untuk memimpin Golkar. Titiek sendiri bersedia mencalonkan menjadi ketum Golkar, hal itu untuk membenahi Golkar itu sendiri.

“Kami akan membangun kembali kecintaan rakyat kepada Golkar. Bagaimana Golkar ini akan membangun, meneruskan cita-cita dari pendiri Partai Golkar ini. Bagaimana menyejahterakan rakyat, yang kelihatannya agak tersendat-sendat pada saat ini,” ujar Titiek.

Seperti diketahui, Titiek sempat mengundang sejumlah sesepuh Partai Golkar di rumahnya, Jalan Cendana, Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu (9/12/2017). Adapun para sesepuh yang hadir dalam pertemuan itu yakni Akbar Tandjung, Try Sutrisno, Emil Salim, dan Haryono Suyono. (Poy)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.