Jumat, 27 Mei 22

Tinjau Lokasi Banjir, Arif Sugiyanto: Harus Segera Dicarikan Solusi

Tinjau Lokasi Banjir, Arif Sugiyanto: Harus Segera Dicarikan Solusi
* Arif Sugiyanto didampingi camat Buluspesantren dan kepala desa Banjurmukadan. (Foto: Tohri/Kebumen24)

Kebumen, Obsessionnews.com – Curah hujan yang tinggi di berbagai daerah memicu terjadinya bencana banjir. Di Kabupaten Kebumen sendiri, ada beberapa tempat yang masih menjadi langganan banjir. Salah satunya di Desa Banjurmukadan, Kecamatan Buluspesantren.

Desa ini setiap tahunnya hampir selalu dilanda banjir tatkala musim hujan datang. Lokasi banjir yang paling parah ada RW 01 dan RW 03. Genangan air di sana bisa mencapai paha orang dewasa. Sehingga menyebabkan sebagian rumah-rumah warga tergenang.

Situasi ini tak luput dari perhatian Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. Ia menyempatkan diri mendatangi lokasi banjir di Desa Banjurmukadan, guna melihat kondisi warga setempat. Arif didampingi kepala desa, dan camat Bulupesantren.

Arif mengatakan, banjir tiap tahun di Desa Banjurmukadan tidak boleh terus menerus dibiarkan. Harus ada solusi untuk mengatasi. Pasalnya, banjir bisa berdampak hebat terhadap aktivitas warga. Ekonomi bisa terhenti, mata pencaharian warga yang sebagian besar adalah petani bisa hilang, karena sawah mereka terendam.

“Ke depan harus fokus pada penyelesaian. Setiap tahun ini terjadi seperti ini. Bayangkan jarak 13 Km dari pusat kota, banjir tiap tahun dibiarkan. Ini harus ada solusi. Jangan sampai banjir yang dirasakan masyarakat bisa sampai satu hari, dua hari, sampai lima hari ini harus bisa diatasi,” ujar Arif disela-sela menyapa warga terdampak banjir, Rabu (16/12/2020).

Caranya kata Arif, harus ada normalisasi sungai agar sungai yang berada di desa ini tidak meluap. Jika normalisasi sungai itu bukan merupakan wewenang pemerintah kabupaten. Maka Arif menyarankan perlu adanya MoU membuka komunikasi dengan Balai Besar.

“Harus diperbaiki sarana dan prasarananya,” tutur Arif yang baru saja terpilih sebagai Bupati Kebumen berdasarkan hasil penetapan KPU, dalam Pilkada pada 9 Desember kemarin.

Untuk para petani yang gagal panen, Arif menyatakan, pihaknya akan menggerakan BUMD untuk memperioritaskan pupuk bersubsidi kepada warga masyarakat yang terdampak banjir, termasuk di Desa Banjurmukadan. Menurutnya pembagian pupuk bersubsidi harus ada skala prioritas, menyasar pada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Apabila terjadi seperti ini pemerintah bisa hadir memberikan subsidi kepada masyarakat. Jadi BUMD ini disamping mencari keuntungan juga harus mencari dana CSR untuk diberikan kepada masyarakat. Kami akan siapkan,” jelas Arif.

Arif pun turut mendesak beberapa dinas dan lembaga terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera datang memberikan bantuan, mengatasi persoalan banjir. Sebab, ia merasakan masyarakat membutuhkan bantuan dari pemerintah, termasuk fasilitas kesehatan, berupa obat-obatan.

“Ini harus cepat, harus bisa diatasi, tidak hanya sembako, kesehatannya pun harus hadir di sini,” ucap Arif yang pada kesempatan itu turut memberikan bantuan sembako untuk para warga.

Sementara itu, Kepala Desa Banjurmukadan Ryan Sugi Abdi mengatakan banjir di wilayahnya bisa sampai satu minggu lebih. Ini akibat luapan Sungai Wirotani yang merendam 150 kepala keluarga. Tidak hanya itu sebesar 5 hektar sawah milik warga juga terendam, sehingga mereka tidak bisa bercocok tanam.

“Pada tahun 2018 kita sebenarnya sudah mengajukan normalisasi sungai Wirotani, tapi sampai saat ini belum terealisasi. Tahun ini kita juga sudah kembali mengajukan adanya normalisasi sungai,” tuturnya.

Menurutnya, ada beberapa kendala yang terjadi mengapa normalisasi sungai urung dilakukan. Ryan menjelaskan, ada beberapa desa yang warganya masih menolak adanya normalisasi sungai karena menyangkut lahan yang mungkin masih dikelola oleh masyarakat setempat. Ini lah yang menyulitkan adanya normalisasi sungai.

“Kami berharap normalisasi sungai bisa segera dinormalisasi. Karena di sebelah timur pasar terjadi penyempitan sungai sehingga perlu dilebarkan kembali agar tidak meluap,” harapnya.

Tak lupa, Ryan mengucapkan terima kasih kepada Arif Sugiyanto yang sudah menyempatkan diri datang ke Desa Banjurmukadan untuk bertemu langsung menyapa warga desa. Kepada Arif, ia juga berharap, pihaknya bisa membantu persoalan banjir di desa ini agar bisa diatasi, tidak lagi terjadi setiap tahun. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.