Senin, 8 Maret 21

Tinjau Banjir di Karawang, Muhadjir Minta Fokus Berdayakan Potensi Daerah

Tinjau Banjir di Karawang, Muhadjir Minta Fokus Berdayakan Potensi Daerah
* Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meninjau langsung lokasi dan posko banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (21/2/2021). (Foto: Kemenko PMK)

Karawang, obsessionnews.com Р Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meninjau langsung lokasi dan posko banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (21/2/2021).

Sebagaimana diketahui 34 desa di 15 kecamatan di Kabupaten Karawang turut terdampak banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan tanggul Sungai Citarum jebol pada Sabtu (20/2).

Namun beberapa titik yang sempat dikunjungi Muhadjir dan Doni, yaitu Posko Banjir Desa Karang Ligar, Kecamatan TelukJambe Barat serta lokasi banjir di Desa Margamulya, Kecamatan Telukjambe, Kabupaten Karawang.

Dalam kesempatan tersebut Muhadjir menekankan Karawang harus fokus memberdayakan potensi yang ada di daerah. Menurutnya, antisipasi banjir tidak bisa dilakukan spontan melainkan harus berkelanjutan.

“Kabupaten Karawang harus betul-betul menangani, jangan angin-anginan, pada waktu banjir baru menangani. Jadi setahun penuh harus ada pikiran untuk menangani banjir, termasuk untuk memperdalam daerah-daerah aliran sungai, dan sebagainya,” tegas Muhadjir seperti dikutip dari siaran pers yang diterima obsessionnews.com Minggu (21/2).

Ia menyebutkan bahwa masyarakat juga harus mengindahkan perilaku tertib membuang sampah. Begitu juga dengan pabrik-pabrik yang beroperasi di sekitar wilayah Kabupaten Karawang agar melakukan aktivitas penghijauan.

“Saya mohon, saya menggarisbawahi apa yang disampaikan Kepala BNPB saja. Pokoknya sekarang jangan berharap bantuan dari luar dulu, fokus potensi Kabupaten Karawang,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengimbau pemerintah daerah untuk turut melibatkan seluruh pihak termasuk masyarakat, pelaku swasta yang ada di Karawang, serta lembaga swadaya masyarakat untuk bersama mengurusi banjir.

“Semua harus dilibatkan. Jangan waktu banjir baru diurus,” ujar Muhadjir. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.