Rabu, 22 Januari 20

Tingkatkan Wisatawan ke Bali, Masyarakat Bangli Gelar PVF

Tingkatkan Wisatawan ke Bali, Masyarakat Bangli Gelar PVF
* Pembukaan acara Penglipuran Village Festival (PVF) di Kabupaten Bangli, Bali. (Foto: Dok Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.com – Setiap awal Desember masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten Bangli, Bali, menggelar acara Penglipuran Village Festival (PVF).

PVF 2019 ini merupakan upaya masyarakat dan Pemerintah Bangli untuk meningkatkan kualitas desa wisata Penglipuran serta desa lainnya di kawasan Bangli.

Tak hanya itu, acara ini juga menjadi salah satu dari program Bali Recovery yang didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

“Dalam program Bali Recovery, Kemenparekraf selain memberikan dukungan pada event PVF juga pada Festival Kintamani dalam upaya meningkatkan kualitas serta citra pariwisata di Kabupaten Bangli dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan,” kata Tenaga Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Pemasaran dan Kerja sama Pariwisata I Gde Pitana dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/12/2019).

Dia menambahkan, penyelenggaraan PVF yang sudah berlangsung secara rutin ini merupakan suatu wujud nyata komitmen daya tarik wisata di Desa Penglipuran untuk senantiasa melestarikan seni dan budaya Bali serta pada saat yang sama menghidupkan pariwisata untuk menyejahterakan masyarakat lokal.

Dia juga menjelaskan, festival harus diartikan sebagai salah satu bentuk investasi untuk mengenalkan destinasi ke dunia internasional. Namun patut dicatat bahwa suatu festival akan dapat dikenal dan menjadi brand suatu destinasi apabila dilakukan secara konsisten dan dengan waktu yang sudah pasti.

“Pengalaman menunjukan bahwa suatu festival harus dipastikan tempat, waktu, dan berbagai agendanya setahun sebelum hari H. Kelemahan kita selama ini adalah kurang promosi dan kurang pastinya tanggal pelaksanaan festival-festival yang begitu banyak yang kita lakukan di Bali maupun di seluruh Indonesia,” ucap Pitana.

Pelaksanaan sebuah festival haruslah mempunyai visi yang pada ujungnya adalah untuk kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, sebuah festival yang penuh dengan nilai kreativitas yang tinggi dengan cultural values harus mampu dikonversi ke arah nilai ekonomi yaitu kesejahteraan masyarakat.

Kesejahteraan ini bukan saja sifatnya sementara, melainkan harus berkelanjutan sehingga festival bisa menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi sebagai suatu modal atau capital.

“Pada akhirnya capital ini harus bisa menggerakkan kemakmuran masyarakat lokal,” katanya.

Seperti diketahui, PVF diselenggarakan setiap akhir tahun dirangkaikan dengan penyambutan tahun baru. Rangkaian kegiatan PVF 2019 antara lain pembukaan yang menampilkan Parade Pakaian Adat Bali Tempo Dulu, Barong Ngelawang, dan Parade Seni Budaya lainnya, serta aneka lomba. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.