Rabu, 20 Maret 19

Tingkatkan Kualitas Ekspor, Mendag Luncurkan TSP II

Tingkatkan Kualitas Ekspor, Mendag Luncurkan TSP II

Menteri Perdagangan Gita WIrjawan (ist).

Gia

Jakarta- Untuk meningkatkan infrastruktur kualitas ekspor Indonesia dan kuantitas perdagangan, Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan dan Ketua Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Dasrussalam, dan ASEAN, Julian Wilson meluncurkan Trade Support Programme (TSP) II  di Hotel Le Meredian, Jakarta, Selasa  (9/4/2013).

 
“Indonesia dan Uni Eropa (EU) adalah mitra strategis dalam perdagangan dan investasi. Indonesia terus-menerus meningkatkan pangsa pasar bahan baku dan industri nilai tambah di EU dan mengembangkan produk untuk memenuhi kebutuhan pasar melalui penguatan kapasitas produsen indonesia,” ujar Gita.
 
Untuk membantu mewujudkan potensi perdagangan Indonesia yang memenuhi Standar Kualitas, Lingkungan, dan Keselamatan & Kesehatan konsumen EU, pemerintah EU memberikan bantuan dana sebesar 15 juta euro untuk mendukung TSP II ke berbagai departemen dan lembaga pemerintahan pusat. Program 4 tahun ini dimulai sejak 2011 berfokus pada penguatan infrastruktur  kualitas ekspor Indonesia dengan meningkatkan kualitas  ekspor indonesia dan memfasilitasi akses yang lebih baik terhadap tuntutan pasar, misalnya EU.
“EU berkomitmen untuk mempererat hubungan perdagangan dengan Indonesia  melalui TSP II, kami berharap dapat meningkatkan daya saing ekspor Indonesia di pasar Uni Eropa dan meningkatkan nilai perdagangan antara kami di tahun yang akan datang,” ungkap Julian.
 
TSP II dikoordinasi oleh Kementerian Perdagangan Indonesia dan melibatkan beberapa instansi pemerintah pusat, yakni Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Pertanian RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Badan Standardisasi Nasional di bidang akreditasi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Indonesia dan EU telah bermitra dalam sektor ekonomi lebih dari 30 tahun. Total nilai perdagangan antara EU dan Indonesia tahun lalu melampaui USD 32 miliar, terakhir mendapatkan surplus hampir USD 4 miliar. nilai perdagangan antara keduanya diharapkan dapat meningkat di masa yang akan datang. (rud)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.