Selasa, 28 Juni 22

Tingkatkan Kompetitif, Kemenko Kemaritiman Ganti Nama

Tingkatkan Kompetitif, Kemenko Kemaritiman Ganti Nama

Jakarta, Obsessionnews – Sehari setelah dilantiknya Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, hari ini juga langsung mengikuti acara serah terima jabatan di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Kamis (13/87/2015). Seusai acara serah terima Rizal Ramli mengatakan, Kemenko Kemaritiman berganti nama menjadi Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya.

“Presiden sudah setuju, esensinya kementerian ini diubah namanya menjadi Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya,” ungkap Rizal Ramli yang juga mantan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid yang sekarang menjabat menteri dalam kabinet Jokowi menggantikan Indroyono Soesilo.

Menurut Rizal, penambahan kata “sumber Daya” diperlukan karena selain sektor perikanan dan maritim, kementrian itu juga mengkoordinasikan sektor pariwisata,perhubungan serta energi dan sumber daya mineral.

Selain ada pergantian nama, mantan Menko Perekonomian di era Presiden Abdurrahman Wahid juga mengatakan pihaknya akan menambahkan dua departemen di sektor rill untuk bergabung di bawah koordinasi Kemenko Maritim dan Sumber Daya. Rizal berharap terlibatnya dirinya sebagai menteri di kabinet kerja Jokowi-JK mampu membuka dan menciptakan lapangan kerja.

“Nanti tanyakan ke Presiden, departemen mana saja. Pada esensinya, kami ingin menggabungkan kekuatan sektor riil karena sektor inilah yang mampu membuka lapangan kerja banyak,” pungkasnya.

Selain itu Rizal menambahkan, sektor riil dinilai mampu menciptakan nilai tambah bagi kemaritiman Indonesia secara ekonomi. Sehingga ia berpendapat kementerian yang dipimpinnya itu lebih cocok bernama Menko Maritim dan Sumber Daya karena membawahi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) , Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pariwisata.

Rizal menekankan pula agar kebiasaan lama ditinggalkan sebab menurutnya manfaat yang disumbangkan sektor riil saat ini masih kecil, sehingga perlu ada pembenahan yang signifikan baik dari energi maupun dari perhubungan.

“Manfaat yang disumbangkan saat ini masih kecil, ini mesti kita ubah, harus membenahi sektor energi dan perhubungan, jadi banyak hal bisa dilakukan untuk meningkatkan efisiensi supaya rakyat senang dan Indonesia semakin kompetitif,” yakinya. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.